Layar Berita— UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat langkahnya dalam menuju universitas kelas dunia melalui kerja sama strategis di bidang bahasa. Pusat Layanan Internasional (International Office/IO) UIN Ar-Raniry secara resmi mengadakan kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Aceh dalam pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Perjanjian penting ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Banda Aceh pada hari Kamis siang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry, Prof. Saiful Akmal, serta perwakilan dari Balai Bahasa Aceh, Dr. Baun Thoib Soaloon SGR.
Integrasi Kurikulum dan UKBI
Kolaborasi ini meliputi beberapa poin penting, yaitu:
- Kerja sama dalam kegiatan BIPA, termasuk pelatihan guru dan penyusunan bahan ajar.
- Pengintegrasian pelajaran BIPA ke dalam kurikulum utama, terutama untuk mahasiswa asing.
- Rencana pengoperasian layanan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang akan diatur oleh Kantor Internasional UIN Ar-Raniry.
Pihak IO UIN Ar-Raniry juga menegaskan komitmennya dalam membangun unit BIPA sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia yang terpadu dalam lingkungan kampus.
Mempercepat Adaptasi Mahasiswa Asing

Prof Saiful Akmal mengatakan bahwa kehadiran Program BIPA di UIN Ar-Raniry adalah langkah penting dalam mempercepat proses penyesuaian mahasiswa asing.
“Kami berharap mahasiswa internasional dapat lebih cepat beradaptasi dengan budaya akademik dan sosial di UIN Ar-Raniry. Kemampuan berbahasa akan mempermudah proses pembelajaran, sekaligus menjadi komponen penting dalam upaya mewujudkan visi world class university,” ujar Prof. Saiful Akmal.
Di sisi lain, Balai Bahasa Provinsi Aceh menyambut positif inisiatif tersebut. Dr. Baun Thoib Soaloon SGR menegaskan kesiapan Balai Bahasa dalam memberikan dukungan penuh.
“Balai Bahasa siap bekerja sama dalam pelatihan pengajar, penyusunan kurikulum yang sesuai, serta pelaksanaan UKBI. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat posisi Aceh sebagai pusat pengembangan BIPA di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dr. Baun.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata yang diambil oleh UIN Ar-Raniry dalam memperluas jaringan internasional, menjadikan kampus tersebut sebagai pusat unggulan dalam bidang akademik, budaya, dan kerja sama lintas negara di Provinsi Aceh.




