Sesar Lembang Mengancam, FK Unjani Bantu Pemerintah Edukasi Warga Soal Pertolongan Pertama

Edukasi Kebencanaan untuk Meningkatkan Kesadaran Warga Desa Cikole

Banyak pihak yang khawatir mengenai potensi bahaya dari sesar Lembang, khususnya setelah beberapa gempa kecil terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Wilayah Bandung Barat, khususnya Desa Cikole, menjadi salah satu daerah yang memiliki risiko tinggi akibat aktivitas sesar tersebut. Namun, hingga saat ini, perhatian pemerintah setempat terhadap antisipasi bencana masih tergolong rendah.

Untuk mengatasi hal ini, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) Cimahi bekerja sama dengan Medical Faculty of Management and Science University (MSU) Malaysia dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Acara ini bertajuk “Edukasi Pemahaman Kebencanaan serta Peningkatan Kapasitas dalam Pertolongan Pertama dan Bantuan Hidup Dasar Kader Desa Cikole”.

Kegiatan ini diikuti oleh 45 mahasiswa FK Unjani, 14 mahasiswa MSU Malaysia, serta sekitar 60 kader perwakilan Desa Cikole. Selain itu, para dosen dan staf pendidikan FK Unjani juga turut berpartisipasi. Bahkan, unsur pemerintahan setempat juga hadir dalam acara ini. Desa Cikole sendiri termasuk salah satu wilayah di Bandung Barat yang memiliki potensi kerusakan parah akibat sesar Lembang.

Baja Juga  Demo di RI Dapat Perhatian PBB, Pakar UGM Ingatkan Aparat Lebih Peka HAM

Kerja sama ini merupakan bentuk implementasi dari relasi segitiga emas antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan warga dalam menghadapi ancaman bencana.

Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas kontribusi FK Unjani dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan warga. Ia juga menyambut baik rencana penetapan Desa Cikole sebagai Desa Binaan FK Unjani di masa depan.

Acara ini dibuka oleh perwakilan pimpinan FK Unjani, yaitu Dr. dr. Bagus Tjahjono, MPH, yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Bencana FK Unjani sekaligus widyaiswara Pusdiklat BNPB. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan yang dilakukan sebelum bencana terjadi.

Baja Juga  Resep Roti Pizza Lembut dan Empuk

Untuk memastikan pemahaman peserta, rangkaian kegiatan diawali dan diakhiri dengan pre-test dan post-test. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman kader terhadap potensi bencana di Desa Cikole. Setelah itu, peserta mendapatkan materi tentang kondisi kebencanaan dan sistem peringatan dini yang disampaikan oleh Dr. dr. Bagus Tjahjono, MPH.

Selain itu, kader juga mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar (BHD). Pelatihan ini disampaikan oleh dr. Glen Glady Prakasa, M.M.B., dengan praktik langsung yang difasilitasi oleh mahasiswa FK Unjani dan MSU Malaysia.

Salah satu peserta, Siti (37 tahun), menyampaikan tanggapan positifnya terhadap acara ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuat warga lebih paham tentang bahaya bencana dan cara menolong secara benar. Ia berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak warga yang ikut belajar.

Baja Juga  Jika Pasukan Penjajah Menyerang Armada Sumud...

Melalui kegiatan ini, FK Unjani Cimahi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat, terutama di daerah rawan bencana. Upaya ini dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, kolaborasi lintas negara, dan pendampingan desa binaan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *