Seminar Nasional Merdeka dari Sumbing Hadir di Kota Bengkulu
Pada hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2025, Kota Bengkulu menjadi tuan rumah bagi seminar nasional bertajuk “Merdeka dari Sumbing”. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar medis yang berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan kolaborasi lintas profesi dalam penanganan anak dengan kondisi bibir sumbing.
Dalam paparannya, dr. Yudho Daruno Sp.OG (K) menjelaskan bahwa kondisi sumbing dapat dideteksi sejak masa kehamilan, terutama pada trimester kedua. Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar keluarga dapat mempersiapkan mental sekaligus memahami bahwa kondisi tersebut dapat ditangani melalui operasi.
“Setelah usia kandungan mencapai 12 hingga 15 minggu, kondisi ini bisa terdeteksi. Kami sampaikan kepada pasien dan keluarganya bahwa kondisi ini bisa disembuhkan melalui operasi. Mereka perlu disiapkan secara mental,” jelas dr. Yudho.
Menurutnya, penyebab sumbing bisa berasal dari faktor genetik maupun lingkungan, seperti penggunaan obat-obatan tertentu atau paparan asap rokok. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama dalam pencegahan serta penanganan lebih lanjut.
Selain itu, dr. Yudho menekankan bahwa penanganan bibir sumbing tidak bisa dilakukan oleh satu profesi saja. “Bedah plastik tidak bisa bekerja sendiri. Harus bekerja sama dengan dokter lain, perawat, hingga dukungan komunitas. Semuanya saling terkait,” tambahnya.
Pemilihan Bengkulu sebagai Lokasi Seminar Nasional
Perwakilan dari organisasi Smile Train, Desi, menjelaskan alasan Bengkulu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan seminar nasional. Menurutnya, mitra di Bengkulu, khususnya Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu, sudah siap dengan tenaga medis yang berpengalaman dan fasilitas yang mendukung penanganan pasien sumbing.
“Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu sudah memahami alur penanganan yang tepat. Mulai dari deteksi dini, persiapan mental, operasi hingga perawatan pasca operasi bisa dilakukan di sini. Semua biaya juga dibantu oleh Smile Train bersama mitranya,” ujar Desi.
Desi berharap, seminar ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar anak-anak dengan sumbing tidak lagi merasa minder. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa akses penanganan sumbing bisa didapatkan dengan mudah, tanpa biaya, dan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Syarat dan Prosedur Operasi Sumbing
Untuk bisa menjalani operasi sumbing di Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu, syaratnya cukup sederhana. Pasien harus datang untuk pemeriksaan kesehatan dan didampingi orang tua atau keluarga dengan membawa identitas diri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi memiliki anggapan negatif tentang masalah bibir sumbing. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, anak-anak bisa tumbuh percaya diri dan menjalani hidup lebih baik.
“Tidak perlu syarat yang rumit, cukup data diri orang tua. Operasi juga diberikan gratis untuk pasien yang membutuhkan,” ungkap Desi.
Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-langit
Sebagai informasi, Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu bekerja sama dengan Smile Train menggelar bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit secara gratis bagi masyarakat. Pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp 0851-7344-3909 dengan persyaratan fotokopi KTP dan KK.
Untuk operasi celah bibir, pasien minimal berusia 3 bulan dengan berat badan 5,5 kg, sedangkan celah langit-langit minimal usia 12 bulan dengan berat badan 10 kg. Selain itu, pasien harus dinyatakan sehat berdasarkan pemeriksaan kesehatan, tidak sedang sakit seperti batuk atau pilek, serta memiliki hasil antigen negatif.




