Karir Guru yang Hancur Akibat Ancaman Siswa, Meski Status Kepegawaian Tak Sembarangan

Peristiwa Viral Guru yang Mengintimidasi Siswa di Upacara Bendera

Seorang guru wanita yang kini menjadi sorotan publik ternyata memiliki latar belakang yang tidak biasa. Fakta terbaru mengungkap bahwa Bu Guru Hamini, yang dikenal sebagai H, mengalami gangguan psikologis sejak 2014. Hal ini menambah kompleksitas kasus yang sedang ditangani oleh berbagai pihak terkait.

Peristiwa viral yang melibatkan H terjadi saat ia masuk ke barisan upacara di SDN 9 Kedondong. Saat itu, ia mengeluarkan ancaman kepada murid-murid dan membuat beberapa siswa ketakutan hingga menangis. Aksi tersebut kemudian dilaporkan ke Inspektorat dan Polsek setempat. Sejak pertama kali menerima informasi, polisi langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran peristiwa. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta keluarga guru bersangkutan.

Jejak Karir yang Cemerlang

H merupakan seorang guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK). Ia telah lama mengabdi sebagai guru di Pesawaran, dengan masa pengabdiannya tinggal beberapa tahun lagi. Sebelum diangkat menjadi CPNS melalui jalur K2, H pernah menjadi guru honorer.

Baja Juga  Putri Aziza Pimpin Pramuka Palembang, Bentuk Karakter Muda Indonesia

Sekretaris Disdikbud Pesawaran, Pradana Utama, menjelaskan bahwa H adalah salah satu guru yang memiliki karir yang cukup baik. Meskipun demikian, perilaku H kerap menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah. Contohnya, ia pernah merokok di lingkungan sekolah dengan seragam dinas, yang dianggap tidak etis oleh sesama guru. Bahkan, ada foto-foto yang menunjukkan tindakan tersebut.

Gangguan Psikologis yang Menjadi Perhatian

Dari pengamatan sejumlah guru lain, H tampaknya mengalami gangguan psikologis sejak empat tahun terakhir. Perilakunya sering kali tidak terkendali dan menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak hanya di SDN 9 Kedondong, H juga pernah datang ke sekolah-sekolah lain. Diduga, tindakan ini dilakukan karena ia ingin mencari perhatian.

Meski begitu, proses penanganan terhadap H tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Tim pemeriksa dari Inspektorat, BKPSDM, dan Disdikbud masih bekerja untuk mengevaluasi kondisi dan perilaku guru tersebut. H sendiri sudah lama mengabdi sebagai guru di Pesawaran dan akan segera pensiun. Namun, prosesnya tetap berjalan sesuai aturan.

Baja Juga  Prediksi Pertandingan Inter Milan vs Sassuolo 21 September 2025

Penonaktifan Sementara

Setelah insiden viral yang terjadi di SDN 9 Kedondong, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran langsung menonaktifkan H dari tugas mengajarnya. Pradana Utama menjelaskan bahwa H bukanlah tenaga pengajar di SDN 9, melainkan guru di SDN 5 Kedondong. Ia datang ke SDN 9 untuk mencari seorang guru honorer bernama Amin, namun hal ini justru menyebabkan keributan dalam upacara bendera.

Sebelumnya, H pernah dilaporkan oleh dewan guru, kepala sekolah, dan korwilcam terkait perilakunya. Meski sempat diberi kesempatan kembali mengajar setelah berjanji untuk berubah, H kembali kehilangan kendali dalam insiden terbaru. Dari hasil kajian tim, H dinyatakan mengalami gangguan psikis yang memengaruhi emosinya.

Proses Penanganan yang Dilakukan

Disdikbud Pesawaran kini terus melakukan evaluasi terhadap H. Tim gabungan dari Inspektorat, BKPSDM, dan Disdikbud sedang mengkaji perilaku dan kondisi guru tersebut. Meski H sudah lama mengabdi dan akan pensiun, proses penanganannya tetap berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Baja Juga  Industri Pengetahuan dan Nasib Dosen: Kritik Syarat Publikasi Scopus untuk Guru Besar

Selain itu, Polres Pesawaran melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) rutin melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah terkait hak anak dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Setiap upacara bendera juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya perlindungan anak.

Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho juga mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memaksimalkan upaya mitigasi serta pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *