Video di Media Sosial yang Memicu Perdebatan tentang Minum Obat Cacing
Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh berbagai unggahan video yang menyebutkan bahwa orang dewasa perlu rutin meminum obat cacing. Salah satu video tersebut diunggah oleh akun TikTok @happ*** pada 26 Juli 2025. Dalam narasi videonya, pengunggah menyampaikan pengalaman pribadinya: “Saya terakhir minum obat cacing saat SD, lalu kembali minum obat cacing lagi di usia 23 tahun.”
Unggahan ini menarik banyak perhatian dan komentar dari warganet. Hingga Sabtu (23/8/2025) sore, video tersebut telah ditonton lebih dari 4 juta kali dan dibagikan sebanyak 12.700 kali. Pertanyaannya adalah, apakah benar orang dewasa perlu rutin mengonsumsi obat cacing?
Pandangan Dokter Spesialis Anak
Dokter spesialis anak RS UNS, Aisya Fikritama, menjelaskan bahwa orang dewasa hanya perlu mengonsumsi obat cacing jika benar-benar terinfeksi. “Jika tidak terinfeksi, obat tersebut tidak perlu diminum,” ujarnya.
Menurut Aisya, orang dewasa sehat tidak perlu mengonsumsi obat cacing secara rutin, misalnya setiap tahun, kecuali dalam kondisi tertentu. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang tinggal di lingkungan bersih dan memiliki gaya hidup sehat. Namun, jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, biasanya seluruh anggota rumah tangga akan diberi obat untuk mencegah penularan ulang.
Telur cacing dapat menyebar melalui kuku, lantai, atau makanan, sehingga penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebiasaan mencuci tangan.
Gejala Infeksi Cacing yang Umum
Beberapa gejala infeksi cacing yang sering dialami meliputi:
- Sakit perut
- Perubahan pola buang air (mencret atau susah buang air)
- Perubahan nafsu makan
- Cepat merasa lelah
- Penurunan berat badan
Aisya menegaskan bahwa orang dewasa sehat yang tinggal di lingkungan bersih sebenarnya tidak perlu rutin minum obat cacing. Namun, jika seseorang termasuk dalam kelompok risiko tinggi atau mengalami gejala cacingan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan mengikuti rekomendasi pengobatan sesuai kebutuhan.
Kelompok Risiko Tinggi Terkena Cacingan
Ada beberapa kelompok yang lebih rentan terkena infeksi cacing, antara lain:
- Anak-anak, terutama usia sekolah dasar, karena sering bermain di tanah atau pasir serta kurang disiplin dalam mencuci tangan.
- Orang yang tinggal di daerah dengan sanitasi buruk, seperti lingkungan padat penduduk, air tidak bersih, atau fasilitas toilet yang tidak memadai.
- Pekerja yang sering terpapar tanah, seperti petani, tukang kebun, atau pekerja konstruksi.
- Orang dengan kebersihan pribadi rendah, seperti jarang mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari toilet.
- Keluarga yang tinggal serumah dengan penderita cacingan, karena telur cacing bisa menular melalui kuku, lantai, atau makanan.
Pencegahan dengan Obat Cacing
Aisya menambahkan bahwa untuk pencegahan, obat cacing dapat dikonsumsi setiap enam bulan sekali, terutama oleh kelompok yang berisiko tinggi. Namun, penggunaan obat harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter agar tidak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.
Dengan memahami risiko dan gejala infeksi cacing, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita bisa mencegah penyebaran cacing secara efektif. Jika merasa memiliki gejala atau termasuk dalam kelompok risiko, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.




