MediaPresisi.comSanksi berat diberikan oleh FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta tujuh pemain naturalisasi mereka. Hal ini terkait dengan tindakan pemalsuan dokumen.
Dilansir dari Laman Instagram @famalaysia, pada hari Sabtu (27/9), kontroversi sebelumnya yang dianggap sebagai bom waktu kini mulai meledak, peristiwa ini merusak reputasi sepak bola Malaysia.
FAM Malaysia serta tujuh pemain naturalisasi diberi sanksi oleh Komite Disiplin FIFA karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, terkait dengan tindakan pemalsuan dokumen.
Skandal ini bermula dari permintaan penjelasan kelayakan pemain yang diajukan FAM kepada FIFA. Dalam proses tersebut terbukti bahwa FAM menggunakan dokumen palsu untuk mengurangi kelayakan para pemain tersebut.
“Para pemain dan FAM telah bertindak dengan tulus dan baik sepanjang proses ini,” kata Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi, Presiden FAM, pada Sabtu (27/9).
Tujuh orang pemain yang terlibat antara lain Gabriel Felipe, Facundo Thomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imannol Javier Makuka, Joe Vittor Brandau, John Ira, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Pemain-pemain ini pernah dimainkan oleh Malaysia saat menghadapi Vietnam dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia AFC, sebelum FIFA menerima laporan tentang kelayakan mereka.
Sanksi yang diberikan oleh FIFA sangat keras, mencakup denda keuangan dan larangan bermain selama setahun bagi pemain yang terlibat. FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss, yang setara dengan sekitar Rp 7,3 miliar.
Di sisi lain, ketujuh pemain naturalisasi tersebut dikenai denda sebesar 2.000 Franc Malaysia atau sekitar Rp 42 juta dan dihukum skorsing selama setahun dari segala kegiatan terkait sepak bola, mulai dari tanggal putusan.
Selain denda, kelayakan pemain dalam mewakili Timnas Malaysia akan diserahkan kepada FIFA, menunjukkan bahwa isu ini memiliki dampak serius terhadap masa depan karier internasional mereka.




