Marc Marquez Tidak Ingin Mengunci Gelar Juara Dunia di Sirkuit Misano
Menjelang gelaran MotoGP Catalunya 2025, Marc Marquez menyampaikan alasan mengapa ia tidak ingin mengunci gelar juara dunia di kandang Valentino Rossi. Sebagai salah satu pembalap andalan tim pabrikan Ducati, Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia jika berhasil meraih hasil maksimal dalam balapan yang akan berlangsung akhir pekan ini.
Pembalap asal Spanyol ini terlihat sangat kokoh di puncak klasemen sementara menjelang seri ke-15 dalam kalender MotoGP 2025. Hingga seri terakhir GP Hungaria, Marquez telah mengumpulkan total 455 poin dari 12 podium dan 10 kemenangan Grand Prix.
MotoGP Catalunya 2025 menjadi momen penting bagi Marquez untuk memperkuat posisinya sebagai calon juara dunia. Jika ia mampu mempertahankan keunggulan minimal 185 poin dari rival terdekat setelah balapan di sirkuit tersebut, maka ia bisa menggelar pesta juara pada seri selanjutnya, yaitu MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano, Italia.
Namun, tampaknya rencana tersebut tidak sepenuhnya disukai oleh Marquez. Ia lebih memilih untuk mengunci gelar juara dunia saat tiba di Motegi (GP Jepang) atau bahkan Mandalika (GP Indonesia) yang akan berlangsung bulan depan.
“Saya ingin mendapatkan match ball sesegera mungkin,” ujar Marquez. “Tetapi sejujurnya, saya lebih suka mendapatkannya di Jepang atau ketika saya tiba di Indonesia.”
Alasan utama Marquez menolak mengunci gelar di Misano adalah karena adiknya sendiri, Alex Marquez, yang menjadi pesaing terberatnya musim ini. Marquez khawatir jika dirinya mengunci gelar di sirkuit yang dikenal sebagai kandang Valentino Rossi, maka adiknya akan menghadapi kesulitan besar dalam balapan di Catalunya.
“Karena jika saya mendapatkannya di Misano, itu berarti adik saya (Alex) akan mengalami GP yang buruk di Catalunya,” jelas Marquez. Ia tidak ingin melihat hal buruk terjadi kepada saudaranya yang selama musim ini membela Gresini Racing.
Di mata Marquez, gelar juara dunia musim ini hampir pasti akan jatuh ke tangannya. Yang lebih penting bagi dirinya saat ini adalah tetap fokus dalam mencapai hasil terbaik di lintasan.
“Dan jika saya tetap fokus, hanya masalah waktu sebelum momen itu tiba,” katanya. “Tetapi dalam kasus ini, sejujurnya, saya lebih suka mengucapkan selamat akhir pekan kepada adik saya daripada mendapatkan match ball di Misano.”




