Kompetisi Baru Dimulai, Klub Liga Indonesia Keluhkan Keterlambatan Gaji

MediaPresisi.comKompetisi Liga Indonesia Super League 2025/2026 baru saja dimulai selama enam pekan tetapi sudah ada klub yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji.

Masalah keterlambatan gaji sudah menjadi hal yang biasa dalam dunia sepak bola Indonesia.

Faktanya, tim-tim yang terkena dampak kini berada di bagian bawah peringkat Liga Super 2025/2026.

Seperti yang terjadi pada pemegang posisi puncak klasemen Liga Super, PSM Makassar.

Tim yang memiliki julukan Juku Eja sering mengalami penundaan pembayaran gaji setiap musimnya.

Pelatih PSM, Bernardo Tavares, mengungkapkan adanya keterlambatan pembayaran upah dan insentif yang memengaruhi kehidupan sehari-hari pemain.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan PSM melawan Persija Jakarta di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (20/9/2025).

Baja Juga  Pastikan Status 7.375 Pegawai PPPK Paruh Waktu di Bandung

“Saya memiliki staf yang pekan lalu tidak bisa makan malam karena tidak memiliki uang,” ujar Tavares, dilansir MediaPresisi.com dari Antara News.

Bahkan Tavares mengakui belum menerima gajinya selama lima bulan terakhir.

Saya sendiri juga hampir lima bulan tidak menerima upah.

“Ini membuat fokus 200 persen pada sepak bola menjadi sangat sulit,” katanya.

Ia mengakui, isu ini cukup memengaruhi kinerja tim Ayam Jantan dari Timur.

Bukan berarti hasilnya tidak penting, karena saya seorang profesional.

“Tetapi keadaan semacam ini tidak mungkin terjadi dalam sepak bola profesional,” tegasnya.

PSM adalah satu-satunya klub yang belum memperoleh kemenangan pada musim ini dengan tiga hasil seri dan satu kekalahan.

Baja Juga  Jadwal Final Bulu Tangkis Dunia 2025 Live Hari Ini

Lawan Persija, Tavares hanya berharap dukungan para penggemar dapat membangkitkan semangat para pemain.

“Saya senang mengetahui bahwa para pendukung akan datang (melawan Persija),” kata Tavares.

Karena kita harus berada bersama di masa-masa sulit. Karena ketika kita menang, hal itu sangat mudah.

“Tetapi ketika kita kalah, ketika kita menghadapi tantangan semacam ini, kita harus bersatu,” tambahnya.

Sebelumnya, Persis Solo mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji meskipun akhirnya telah selesai diselesaikan.

Pihak manajemen Persis baru-baru ini mengeluarkan permintaan maaf mengenai pembayaran gaji pemain yang tidak sesuai dengan rencana.

“Manajemen Persis menyadari kekhawatiran yang muncul dari para penggemar. Kondisi ini memang berada di luar kendali klub, tetapi menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan seluruh hak pemain dan pihak terkait segera terpenuhi,” demikian isi pernyataan resmi manajemen Persis pada 5 September 2025.

Baja Juga  Mourinho Kembali Berjaya: Benfica Menang 3-0 Usai Kalahkan AVS di Liga Portugal

Manajemen menyampaikan bahwa sistem keuangan Persis didasarkan pada keuangan perusahaan, bukan dari pemilik atau donatur.

Oleh karena itu, keterlambatan dari pihak-pihak tertentu dalam memenuhi kewajiban mereka sangat berdampak pada kondisi keuangan klub.

Akibat situasi tersebut, Persis kalah dua kali secara berurutan melawan Bhayangkara FC dan Persijap Jepara.

Saat ini, Laskar Sambernyawa masih berada di zona degradasi dengan menempati posisi ke-16 dalam klasemen.

Mendapatkan empat poin dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *