Keributan Suporter Persib di Jogja, Selangor Diminta Waspada Jika ke Bandung

Kericuhan Antarsuporter di Yogyakarta Mengundang Perhatian Media Asing

Kericuhan antarsuporter yang terjadi setelah pertandingan antara Persib Bandung melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu, 24 Agustus 2025, menarik perhatian media asing. Salah satunya adalah Majoriti, sebuah outlet berita dari Malaysia, yang memberikan perhatian khusus terhadap insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah laga selesai dan berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Sejumlah suporter Persib Bandung yang sedang dalam perjalanan pulang menggunakan bus mengalami bentrokan dengan ratusan suporter tuan rumah. Insiden ini menyebabkan satu orang terluka dan langsung mendapat perawatan di RS Bethesda Yogyakarta.

Kericuhan ini memicu kekhawatiran di kalangan suporter klub asal Malaysia, Selangor FC. Pasalnya, Selangor FC akan menjadi pesaing Persib Bandung di babak penyisihan grup Liga Champions Asia (ACL) pada Oktober mendatang. Pertemuan antara kedua tim dijadwalkan berlangsung pada matchday ketiga Grup G, yang akan digelar pada 23 Oktober 2025.

Baja Juga  Ebenezer Jadi Tersangka, Yassierli Panggil Pimpinan JPT untuk Pastikan Pelayanan Berjalan Lancar

Menurut informasi yang diperoleh dari media sosial, suporter Persib Bandung tampak dalam kondisi takut setelah dikepung oleh para pendukung PSIM Yogyakarta. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa jika tidak ada langkah-langkah pencegahan dini, suporter Maung Bandung bisa menjadi korban, terutama jika hasil pertandingan tidak berpihak kepada mereka.

Kronologi Kericuhan di Yogyakarta

Laga antara PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung, Bantul, berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, kericuhan antarsuporter terjadi setelah pertandingan usai. Insiden ini terjadi di beberapa lokasi di wilayah Yogyakarta, termasuk di sekitar area stadion.

Bentrok terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, dan berbagai tindakan seperti perusakan kendaraan suporter Persib Bandung juga dilaporkan. Dalam kejadian ini, satu bus dan satu Hiace yang digunakan oleh suporter Persib Bandung dirusak di Parkiran Ngabean, Yogyakarta.

Baja Juga  Prediksi Susunan Pemain Arab Saudi vs Indonesia, Garuda Gunakan 4 Bek dengan Maarten Paes Starter

Polisi segera merespons situasi dengan cepat. Petugas gabungan dari Polresta Yogyakarta, Sat Brimob Polda DIY, dan Dit Samapta Polda DIY serta bantuan TNI berhasil mengevakuasi suporter Persib Bandung yang berada di dalam bus ke Mako Polresta Yogyakarta. Situasi akhirnya dapat dikendalikan dan kondusif.

Hoaks Korban Jiwa

Sebelumnya, beredar informasi adanya korban jiwa dalam kericuhan tersebut. Namun, informasi ini dibantah oleh pihak kepolisian. Menurut Kombes Pol Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya satu orang yang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Awal Mula Kericuhan

Sebelum pertandingan dimulai, pada Kamis (21/8/2025), telah dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) di Wisma PSIM. Rakor ini dihadiri oleh perwakilan Polresta Yogyakarta, Polres Bantul, Panpel PSIM, Tiketing, supporter Brajamusti dan Maident untuk membahas keamanan selama pertandingan.

Baja Juga  Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Jumat 5 September 2025, Aquarius Menghadapi Tekanan!

Dalam rakor tersebut, disepakati bahwa kuota tiket hanya untuk suporter PSIM Yogyakarta. Meskipun demikian, beberapa suporter Persib Bandung tetap hadir di stadion. Saat itu, terjadi kericuhan namun dapat dikendalikan oleh petugas dan dievakuasi menggunakan truk Dalmas Ditsamapta Polda DIY.

Penanganan di Gamping

Satu bus yang diduga terlibat dalam kericuhan diamankan di Mako Polsek Gamping. Kejadian ini bermula saat personel Polsek Gamping menerima laporan tentang kesalahpahaman di SPBU Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman. Personel kemudian mendatangi lokasi dan meredam situasi agar tidak terjadi keributan.

Setelah itu, bus beserta penumpangnya dievakuasi ke Mako Sat Brimobda Den B Sentolo menggunakan dua unit truk. Akhirnya, penumpang dan kendaraan tersebut diantar pulang ke barat dengan pengawalan hingga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *