MediaPresisi.comMarc Marquez memiliki gaya balapan yang mirip dengan salah satu legenda MotoGP, namun bukan Valentino Rossi.

Marquez menunjukkan kemampuannya untuk bangkit dari keterpurukan selama beberapa tahun terakhir.
Pembalap Alien Kecil kini berada di puncak klasemen MotoGP 2025 hanya dengan membutuhkan 21 poin untuk meraih gelar juara.
Marquez memiliki gaya balapan yang jarang dimiliki oleh pembalap MotoGP lainnya.
Meskipun Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo memiliki rangkaian prestasi dalam dunia balap motor.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Dani Pedrosa yang merasakan balapan bersama para pembalap hebat itu.
Menurutnya, ia masih mampu mencapai tingkat kompetisi yang ditawarkan The Doctor.
“Dulu saya menonton Vale atau Lorenzo berlomba dan berkata wow!” ujar Pedrosa, dilansir MediaPresisi.com dari Motosan.es.
“Tetapi tidak ada yang saya anggap tidak bisa saya lakukan, mungkin tidak selalu, karena itu bukan bidang keahlian saya. Namun saya merasa mampu,” katanya menambahkan.
Namun, sangat sulit bagi Pedrosa untuk mencapai tingkat kemampuan Casey Stoner.
Juara dunia MotoGP pada tahun 2007 dan 2011 berhasil memanfaatkan perbedaan antara Honda dan Ducati.
“Ketika bersama Stoner, saya melihat hal-hal yang tidak mampu saya lakukan,” kata Pedrosa.
Ia menekankan kemampuan beradaptasi Stoner sebagai ciri paling mencolok darinya.
“Casey akan turun ke lintasan, hampir tidak tahu apakah sirkuit akan berbelok ke kiri atau kanan, dengan ban yang masih dingin dan tanpa penyetelan, dan dia langsung melaju cepat di lap pertama,” kata Pedrosa.
Kemampuan yang sama juga dimiliki Marquez yang hampir menciptakan sejarah bersama Ducati.
Stoner adalah satu-satunya pembalap yang memiliki kesamaan dengan Marquez.
Keduanya memiliki keberanian yang sama dan memanfaatkan keunggulan dari motornya masing-masing.
Marc mampu melihat hal-hal yang saya lihat pada Stoner dan melakukan hal itu.
“Ia mampu meningkatkan aspek-aspek tertentu tanpa mengganggu kemampuan utamanya,” tutup Pedrosa.
Stoner berhasil menjadi pembalap pertama yang membawa Ducati meraih gelar juara MotoGP 2007.
Pada masa itu, Pedrosa juga mengalami masa puncak meskipun harus puas berakhir di posisi kedua pada musim tersebut.
Jarak antara Stoner terlalu besar setelah meraih kemenangan dalam 10 dari 18 seri balapan.
Pada tahun 2011, pembalap asal Australia itu berhasil memperoleh trofi dalam musim pertamanya bersama Honda.
Stoner meraih kemenangan dalam 10 lomba dengan hanya sekali tidak berhasil menyelesaikan perlombaan.
Bahkan dia selalu berada di podium setiap kali melewati garis finish.
Sementara itu, Valentino Rossi berada di posisi ketujuh dalam klasemen dengan motor Ducatinya.
Kemenangan Stoner tampaknya memperkuat anggapan bahwa dia bukan hanya ahli di lintasan lurus.
Ia memiliki kemampuan serupa dengan Marquez yang mampu memanfaatkan keunggulan motor untuk menguasai lomba.
Namun, Marquez lebih sering memperoleh trofi dengan enam gelar juaranya di MotoGP.
Satu kemenangan tambahan Marquez akan menyamai rekor tujuh gelar Rossi dalam MotoGP.




