Warga Keluhkan Kerusakan RT, Putus Sekolah, dan Pelayanan Puskesmas Kurang Memadai

mediapresisi.comBeberapa isu muncul selama masa reses anggota DPRD Surabaya. Mulai dari masalah pembangunan infrastruktur, sosial, pendidikan, hingga kesehatan.

Contohnya laporan masyarakat yang diterima oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. Dalam masa reses hari pertama, Senin (8/9), Aning mengatakan telah menerima beberapa keluhan dari warga.

Salah satu keluhan dari warga RT 11 RW 2, Kelurahan Bulak, adalah mengenai keadaan balai RT 11 yang tidak layak.

“Bangunan sudah rusak. Bocor saat hujan dan tergenang air. Selanjutnya, beberapa atap banyak yang berlubang. Sangat memprihatinkan,” ujar Aning.

Meskipun Balai RT digunakan tidak hanya untuk urusan administrasi kependudukan, tetapi juga untuk PAUD dan pelayanan posyandu. Berdasarkan kondisi yang ada, Aning menegaskan bahwa Balai RT perlu segera diperbaiki. Ia khawatir kerusakan akan semakin parah dan berujung pada ambruknya bangunan.

Baja Juga  Australia Terapkan Hak untuk Berhenti Bekerja, Ini yang Harus Diketahui!

Selain balai RT di Bulak, Aning juga menerima aspirasi warga dari Kelurahan Mulyorejo. Mereka menyatakan bahwa pelayanan di Puskesmas tidak sesuai dengan harapan. Puskesmas sering tutup lebih awal, dan warga tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari tenaga medis (nakes).

“Warga mengatakan bahwa saat berobat, mereka jarang diperiksa secara mendetail. Perawat hanya bertanya-tanya saja,” kata politikus PKS tersebut.

Demikian pula yang dirasakan oleh anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati. Beberapa aspirasi masyarakat diterimanya. Ajeng menerima laporan bahwa terdapat anak di Rusunawa Sumbo, Simokerto, mengalami putus sekolah.

Memverifikasi kebenarannya, ketua fraksi Gerinda tersebut akan segera melakukan pengecekan di lokasi. Yaitu dengan bertemu langsung dengan orang tua atau keluarga dari anak yang bersangkutan.

Baja Juga  IHSG Diperkirakan Naik

Kemudian juga terdapat laporan mengenai pembangunan saluran air yang kurang optimal. Semua laporan tersebut kami terima, dan segera kami tindak lanjuti,” ujar Ajeng Ajeng.

Tidak hanya mengakui aspirasi masyarakat, Reses, Ajeng memanfaatkannya untuk memberikan beberapa penjelasan kepada warga.

Misalnya, mengajarkan warga cara melakukan pendaftaran SPMB. Sehingga, tidak ada lagi warga yang merasa bingung dalam mendaftarkan anaknya ke sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *