Berita Terpopuler di Jakarta.com: Ormas Termul, Komentar Mahfud MD, dan Kasus Pembunuhan Ilham Pradipta
Beberapa peristiwa menarik menjadi sorotan utama di Jakarta.com dalam beberapa hari terakhir. Tiga berita yang paling banyak dibaca publik mencakup pembentukan organisasi masyarakat (ormas) baru bernama Termul, komentar dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, serta kasus kriminal yang menggegerkan Ibu Kota.
1. Pembentukan Ormas Termul oleh Firdaus Oiwobo
Pengacara kontroversial, Firdaus Oiwobo, kembali menjadi sorotan setelah mendeklarasikan organisasi baru yang dinamai Ternak Mulyono atau disingkat Termul. Organisasi ini disebut sebagai wadah untuk menjaga keutuhan bangsa dan melawan pihak-pihak yang dianggap memicu perpecahan.
Firdaus menyatakan bahwa dirinya adalah ketua umum dan pendiri Termul. Ia mengajak masyarakat untuk bergabung dalam ormas tersebut guna menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, ada kelompok tertentu yang mencoba memecah belah persatuan bangsa, termasuk dua tokoh yang sempat ia sebut, yaitu Roy Suryo dan Rismon Sianipar.
Termul dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap isu-isu yang dinilai merusak harmoni sosial. Meski demikian, nama Termul sendiri menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
2. Penjelasan Mahfud MD Mengenai Istilah Termul
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, pernah menyampaikan pandangannya tentang istilah Termul yang digunakan oleh Firdaus Oiwobo. Ia menilai bahwa istilah “ternak” tidak pantas digunakan untuk menyebut manusia, karena dalam ajaran Islam, istilah itu bisa dianggap sebagai penghinaan.
Mahfud menyebutkan bahwa istilah Termul mirip dengan istilah-istilah lain seperti “kampret” dan “kecebong” yang pernah viral sebelumnya. Ia merasa sedih karena istilah tersebut dinilai merendahkan martabat manusia dengan menyamakan mereka dengan binatang.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Mahfud khawatir akan dampak negatif dari penggunaan istilah yang dinilai tidak sopan dalam lingkungan masyarakat.
3. Percakapan Penculik dan Otak Pembunuhan Ilham Pradipta
Kasus kriminal yang menghebohkan publik adalah kematian Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih. Kuasa hukum dari para tersangka, Adrianus Agal, mengungkapkan percakapan antara kliennya dengan aktor intelektual pembunuhan korban.
Adrianus menyebutkan bahwa para tersangka dijanjikan bayaran sebesar Rp 50 juta untuk melakukan penculikan. Namun, sampai saat ini, uang tersebut belum sepenuhnya diberikan kepada mereka. Sebagian dari uang DP (down payment) yang diterima telah disita oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Menurut Adrianus, kliennya menculik Ilham Pradipta atas perintah oknum berinisial F dan akan diantarkan ke kawasan Jakarta Timur. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan menunjukkan kompleksitas tindak kriminal di Ibu Kota.
Kesimpulan
Berbagai peristiwa yang terjadi di Jakarta menunjukkan dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Dari pembentukan ormas Termul hingga pernyataan Mahfud MD dan kasus kriminal yang menggemparkan, semua ini menjadi bahan diskusi yang penting bagi masyarakat luas. Masing-masing peristiwa memiliki implikasi yang berbeda, baik secara hukum maupun sosial.




