Wisuda ke-132 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyajikan momen hangat yang terukir dari kisah cinta. Kali ini, dua pasangan suami istri (pasutri) berhasil menyelesaikan studi mereka bersama di Departemen Teknik Sistem dan Industri, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS. Satu pasangan memperoleh gelar magister secara bersamaan, sedangkan pasangan lainnya resmi diwisuda sebagai doktor dalam acara wisuda hari ketiga, akhir pekan lalu.
Memulai kisah mereka, pasangan lulusan magister Bilqis Hanifah Inas ST MT dan suaminya Muhammad Bilal Teguh ST MT mengatakan bahwa studi magister (S2) ini menjadi awal pertemuan keduanya. Istri yang sering disapa Inas ini lulus dari S1 Departemen Teknik Lingkungan ITS pada tahun 2022, sementara Bilal menyelesaikan pendidikan S1 di Departemen Teknik Kelautan ITS pada tahun 2019 dan pernah bekerja. “Setelah itu kami berdua melanjutkan S2 pada tahun 2023,” kata Inas.
Pasangan suami istri yang tinggal di wilayah Kenjeran, Surabaya, akhirnya memutuskan untuk menikah pada Desember 2024 setelah memiliki hubungan sejak awal masa kuliah.
Inas menceritakan, persiapan pernikahan menjadi tantangan khusus yang memperkaya perjalanan studi magisternya bersama Bilal.
“Waktu itu kami sempat terlambat dalam memulai penyusunan tesis, tapi Alhamdulillah bisa dikejar dan akhirnya lulus tepat waktu,” ujar wisudawan yang lahir pada 21 Agustus 1999 dengan penuh rasa syukur.

Di balik proses akademik yang dijalani, keduanya sama-sama percaya bahwa dukungan pasangan merupakan faktor utama. Bilal mengakui terkesan dengan ketekunan Inas dalam menyelesaikan tesis dengan topik ergonomi, yang turut mendorong lelaki yang lahir pada 24 November 1997 ini untuk lebih tekun menyelesaikan tesisnya dalam bidang keselamatan kerja.
“Jika menghadapi kesulitan, kami selalu saling membantu,” tambah Bilal.
Saat ini, momen hangat juga hadir dari pasangan wisudawan program doktoral, yaitu Dr Anindya Rachma Dwicahyani ST MT dan Dr Benazir Imam Arif Muttaqin ST MT. Berbeda dengan Inas dan Bilal, kisah cinta pasangan yang menikah pada tahun 2019 ini sudah dimulai jauh sebelumnya saat mereka menempuh studi S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 2011, lalu dilanjutkan ke studi S2 di kampus yang sama.
“Lalu saya melanjutkan S3 di ITS pada tahun 2021, sedangkan suami saya pada tahun 2022,” kata istri yang akrab disapa Anin itu.
Halaman baru dalam jenjang doktoral ini penuh dengan perjalanan yang penuh makna. Pada tahun 2022, pasangan dari Solo ini merayakan kelahiran putra pertama mereka di tengah kesibukan penelitian dan penyusunan disertasi.
“Pada saat itu, kami harus membawa anak kami yang belum genap setahun menghadiri Konferensi Internasional tentang Teknik Industri, Mesin, Listrik, dan Kimia (ICIMECE) 2023 di Lombok,” ujar suami dengan panggilan akrab Ben tersebut.
Tidak hanya aktif menghadiri konferensi, pasangan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini juga telah menerbitkan artikel di jurnal Operations Research Perspectives dan Resources Policy yang diterbitkan oleh Elsevier. Momen kebersamaan lainnya muncul saat mereka menyusun disertasi, di mana Anin memilih topik logistik dan manajemen rantai pasok, sedangkan Ben fokus pada rekayasa dan manajemen sistem manufaktur.
“Sering kali kami saling berbagi pandangan selama proses penyusunan disertasinya,” tambah Ben.
Anin dan Ben yang kini masing-masing bekerja sebagai dosen di universitas yang berbeda berharap ilmu yang mereka peroleh dapat memberikan manfaat yang luas. Sebagai orang tua, keduanya juga ingin terus memandu keluarga kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, pasangan muda Inas dan Bilal memiliki harapan sederhana agar semakin saling memahami dan bisa menjadi penopang satu sama lain dalam menjalani perjalanan mengejar impian.
Baik Inas dan Bilal maupun Anin dan Ben, keduanya membuktikan bahwa kasih sayang dan komitmen dapat berkembang bersama dengan prestasi akademik yang luar biasa. Keharuman cerita mereka memberikan nuansa istimewa dalam perayaan Wisuda ke-132 ITS.




