Bencana Angin Puting Beliung Menerjang Dua Wilayah di Kota Cimahi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi melaporkan terjadinya bencana angin puting beliung yang menyerang dua wilayah, yaitu Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah pada Senin 13 Oktober 2025. Bencana ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk 32 rumah, 1 masjid, dan 1 pos ronda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan bahwa tim BPBD langsung turun ke lapangan untuk membantu masyarakat dan melakukan asesmen kerusakan yang terjadi. “Angin puting beliung tercatat terjadi di wilayah Setiamanah dan Padasuka. Kami segera menurunkan personil untuk membantu masyarakat dan memetakan kerusakan,” ujarnya.
Menurut Andy, penyebab dari bencana ini adalah cuaca ekstrem yang melanda kota tersebut. “Angin puting beliung ini biasanya terjadi pada musim peralihan antara musim kemarau dan musim hujan. Saat ini, Pemkot Cimahi telah menyatakan siaga bencana geo-hydrometrologi,” jelasnya.
Pemkot Cimahi juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana. “Dengan memasuki musim hujan, kita harus lebih waspada terhadap berbagai fenomena alam dan cuaca ekstrem. Tujuannya adalah untuk mencegah kerugian yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Kerusakan yang Terjadi di Berbagai Wilayah
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan BPBD Kota Cimahi, beberapa wilayah terdampak bencana dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Di Kelurahan Setiamanah RT 1-2-4 RW 7, sebanyak 6 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 2 rumah rusak sedang dan 2 lainnya rusak ringan. Rumah-rumah ini dihuni oleh delapan Kepala Keluarga yang terdiri dari 25 jiwa, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 6 juta.
Di wilayah Kelurahan Padasuka RW 17, terdapat 3 rumah yang rusak, yaitu 2 rusak sedang dan 1 rusak ringan. Sebanyak tiga Kepala Keluarga yang terdiri dari delapan jiwa terkena dampak bencana ini, dengan kerugian mencapai Rp 18 juta.
Sementara itu, permukiman di RW 18 Kelurahan Padasuka mengalami kerusakan paling banyak, yaitu 18 rumah dan satu pos ronda. Rumah-rumah yang rusak dihuni oleh 18 Kepala Keluarga yang terdiri dari 74 jiwa, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Di RW 21 Kelurahan Padasuka, lima rumah dan satu masjid juga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Rumah-rumah tersebut dihuni tujuh Kepala Keluarga yang terdiri dari 18 jiwa, dengan kerugian mencapai Rp 11 juta.
Kerusakan pada Bagian Atap Rumah
Andy menjelaskan bahwa kerusakan utama yang dialami warga adalah pada bagian atap rumah. “Angin puting beliung mengangkat atap rumah warga, sehingga genting, asbes, seng, balok kayu, atau tiang baja ikut terlempar. Beberapa material tersebut bahkan terbawa angin dan menimpa rumah warga lainnya,” katanya.
Koordinasi dan Bantuan Logistik
Selain melakukan asesmen cepat ke lokasi kejadian, jajaran BPBD Kota Cimahi juga berkoordinasi dengan unsur kewilayahan, seperti Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Padasuka serta RT/RW setempat.
“Kami juga mendistribusikan bantuan logistik. Selain makanan dan minuman, kami membagikan terpal, karung plastik untuk menampung material bangunan, serta tenda gulung ke tiap wilayah yang terdampak,” ujar Andy.




