Pertama Kalinya Sagi So’a dan Larik Riung Tampil di IKADA 2025

Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung di Kota Kupang

Pentas budaya yang akan digelar oleh Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang pada tahun 2025 menjadi momen penting dalam pelestarian kebudayaan lokal. Dalam acara ini, masyarakat akan disajikan dengan pertunjukan Sagi So’a dan Larik Riung, dua budaya yang sebelumnya belum pernah ditampilkan secara resmi di Kota Kupang.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Taman Budaya Gerson Poyk, Kota Kupang, pada tanggal 30 Agustus 2025 pukul 10.00 WITA hingga selesai. Sebelumnya, pada tanggal 23 Agustus 2025, akan ada seminar ilmiah di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang membahas kedua budaya tersebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Pentas budaya ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Hal ini menunjukkan komitmen IKADA dalam memperkenalkan kebudayaan lokal kepada masyarakat luas tanpa adanya batasan akses.

Baja Juga  Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini, Selasa 26 Agustus 2025: Mayoritas Berawan Tebal

Latar Belakang Budaya Sagi So’a dan Larik Riung

Sagi So’a adalah tradisi budaya etnis So’a yang bertujuan untuk mensyukuri hasil panen. Sementara itu, Larik Riung merupakan ritual budaya masyarakat etnis Riung yang biasanya dilakukan sebelum musim tanam. Meskipun keduanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda, keduanya memiliki hubungan yang erat karena adanya interaksi sosial dan kekeluargaan antara kedua etnis tersebut.

Dr. Sipri Radho Toly, Ketua IKADA Kupang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan IKADA. Pada tahun-tahun sebelumnya, pentas budaya lebih sering menampilkan Reba dan Jai yang berasal dari etnis Bajawa. Namun, tahun ini giliran budaya etnis So’a dan Riung yang akan ditampilkan.

“Saya sangat bangga dan memberi apresiasi kepada panitia. Mereka bekerja sangat kompak meskipun ada dinamika yang terjadi. Orang tua kami dari etnis Bajawa, Riung, dan So’a memberikan dukungan yang luar biasa,” ujarnya.

Baja Juga  Jadwal Live Bayern Munchen vs RB Leipzig Liga Jerman 2025, Harry Kane Tampil

Kontribusi dan Persiapan Acara

Antonius Gili, Ketua Panitia Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025, menyampaikan bahwa persiapan acara sudah mencapai 95 persen. Mulai dari malam persiapan hingga acara utama, semua telah siap.

“Harapan kami adalah agar masyarakat datang dan menyaksikan dua budaya yang selama ini belum pernah ditampilkan di sini. Kami berusaha menggabungkan dua budaya ini menjadi satu kesatuan,” kata Antonius.

Isidorus Lilijawa, Wakil Ketua Panitia, menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena hubungan kekeluargaan antara etnis Riung dan So’a. Meskipun berbeda dalam budaya, keduanya memiliki ikatan yang kuat melalui pernikahan dan adat istiadat.

“Riung langsung berbatasan dengan So’a, dan hubungan mereka sangat dekat. Oleh karena itu, kami merasa penting untuk mempertegas kolaborasi ini melalui pentas budaya,” tambah Isidorus.

Baja Juga  Delapan Dekade Kemenkum Memimpin Reformasi Hukum Indonesia

Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat

IKADA Kupang terdiri dari 48 paguyuban atau kelompok arisan orang Ngada. Semua paguyuban ini berkontribusi dana untuk mendukung kegiatan ini. “Kami sepakat untuk menyumbang bersama-sama,” tambah Dr. Sipri Radho Toly.

Selain itu, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan dukungan. UPTD Taman Budaya memberikan ruang bagi acara ini, yang sejalan dengan program pemerintah dalam melestarikan budaya lokal.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan berharap budaya ini bisa menjadi cerita masa depan bagi generasi muda di Kota Kupang,” ujar Isidorus.

Dengan pentas budaya ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai keberagaman budaya yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *