Perbaikan SKKL Papua (SMPCS 2) Telkom Memakan Waktu 2-4 Minggu

Proses Perbaikan Kabel Laut di Papua Memakan Waktu 2-4 Minggu

Pemulihan kabel laut yang mengalami kerusakan di sekitar laut Papua membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut (Askalsi), Resi Y. Bramani, yang menjelaskan bahwa proses perbaikan sangat bergantung pada beberapa faktor.

Salah satu faktor utama adalah kesiapan dan spesifikasi kapal yang digunakan untuk melakukan perbaikan. Selain itu, perizinan, kondisi cuaca, serta lokasi kabel yang putus juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kecepatan proses perbaikan. Jika semua aspek tersebut berjalan lancar, maka waktu pemulihan bisa lebih cepat.

“Menurut saya paling cepat restorasi bisa mencapai 3-4 minggu,” ujar Resi kepada media. Ia menekankan bahwa jika perizinan mudah diperoleh, cuaca dalam kondisi baik, dan lokasi kabel mudah dijangkau, maka proses perbaikan tidak akan terlalu lama.

Baja Juga  Pemain Turunan Tolak Panggilan Timnas U-21 Belanda, Naturalisasi Timnas Indonesia Jadi Sorotan

Tahapan Pemulihan Kabel Laut

Telkom menyampaikan bahwa proses perbaikan kabel laut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi analisis kondisi kabel, pemuatan kabel baru, penarikan kabel lama, pengujian, dan penyambungan kembali. Tahap pertama diperkirakan rampung pada awal September 2025 dengan target memastikan layanan telekomunikasi kembali normal.

Sementara itu, tahap kedua bertujuan untuk melakukan pemulihan permanen agar layanan lebih andal dan kualitasnya terjaga. Proses ini dirancang untuk memastikan stabilitas jaringan komunikasi di wilayah Papua dalam jangka panjang.

Dampak Kerusakan Kabel Laut

Setiap gangguan pada jaringan telekomunikasi pasti memberikan dampak yang signifikan. Tidak hanya masyarakat Papua yang terganggu, tetapi juga penyelenggara jaringan sendiri yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses perbaikan.

Baja Juga  Ada Provinsi Baru? 1,17 Juta Penduduk NTT Ingin Pisah Melalui Pemekaran!

Di sisi lain, masyarakat menghadapi gangguan layanan berbasis internet karena kapasitas satelit sebagai alternatif sementara tidak sebanding dengan kapasitas serat optik. Hal ini membuat akses internet menjadi kurang optimal.

Bantuan dari Jaringan Palapa Ring Timur

Resi menjelaskan bahwa jaringan SMPCS 2 dapat dibantu oleh jaringan milik pemerintah, yaitu Palapa Ring Timur. Namun, saat ini jaringan terestrial Palapa Ring Timur segmen Nabire-Kigamani sedang mengalami gangguan akibat fiber cut.

Lokasi fiber cut berada di wilayah zona merah, sehingga aparat keamanan setempat tidak mengizinkan tim operasional Palapa Ring Timur masuk tanpa pengawalan. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam proses pemulihan.

Selain itu, Resi menyebutkan bahwa terjadi perusakan terhadap kantor Telkom di daerah tersebut. Ia menyayangkan kejadian ini karena menggambarkan anarkisme yang terjadi di wilayah tersebut.

Baja Juga  Timnas Indonesia Vs Kuwait Batal, Erick Thohir Curiga Ada Penyabotan

Pentingnya Jaringan SKKL di Wilayah Timur Indonesia

Resi menekankan bahwa jaringan SKKL yang menuju wilayah timur Indonesia sangat penting. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan penetrasi dan perlindungan terhadap infrastruktur ini.

Ia juga mengapresiasi tindakan cepat dari pihak keamanan dan pekerja telekomunikasi di Papua, khususnya pelaksana Palapa Ring Timur. Mereka telah bekerja dengan sigap untuk memulihkan jaringan telekomunikasi, sehingga situasi menjadi lebih kondusif.

Awal Kerusakan Kabel Laut

Sebelumnya, kabel laut SKKL Sulawesi–Maluku–Papua Cable System 2 (SMPCS 2) mengalami putus pada 16 Agustus 2025. Akibatnya, layanan internet di sebagian wilayah Papua mengalami penurunan kualitas. Layanan dialihkan ke satelit, namun infrastruktur ini memiliki keterbatasan jaringan dibandingkan dengan serat optik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *