Pawai Kemerdekaan SMAN 1 Bungaran Timur Natuna, Kreativitas Siswa Tuai Pujian Warga

Jurnalis Tribun Batam, Birri Fikrudin

Mediapresisi.com -, NATUNA– Semangat kemerdekaan masih terasa kuat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada hari Sabtu (23/8/2025) sore.

Ratusan peserta dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bunguran Timur memenuhi jalan saat menggelar Pawai Kemerdekaan yang meriah.

Karnaval dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” diikuti lebih dari 1.000 peserta, yang terdiri dari 955 siswa dan 70 guru.

Berdasarkan pantauan Mediapresisi.com, ratusan warga memenuhi tepi jalan di kawasan Pantai Piwang, yang menjadi titik akhir pawai.

Masyarakat dan para orang tua siswa tampak antusias menyaksikan berbagai tampilan yang menarik dan inovatif dari para pelajar.

Baja Juga  Etika Nikita Mirzani Diangkat Jaksa, Kuasa Hukum: Jaksa Baper Juga?

Banyak sekali atraksi menarik yang berhasil menarik perhatian, mulai dari tank mini dari kardus dan karung, gaun ecoprint hasil karya siswa, tampilan marching band, hingga pertunjukan teater kemerdekaan dan tarian kreatif.

Aksi teatrikal yang menggambarkan suasana masa penjajahan juga mendapat tepuk tangan hangat dari masyarakat.

Banyak penonton, khususnya anak-anak, berlomba untuk mendapatkan kesempatan berfoto dengan peserta pawai.

“Sangat bagus. Peserta banyak dan penampilannya kreatif, seolah mengingatkan kita pada masa perjuangan. Sangat menarik,” kata Tuti, salah satu orang tua siswa yang hadir di lokasi.

Karnaval kemerdekaan ini, seolah menjadi cermin bagi seluruh siswa, guru, hingga warga masyarakat mengenai makna sejarah dan semangat perjuangan.

Baja Juga  Intan Bingung Cari Jalan Pulang Saat Demo Ricuh, Dibantu Wali Kota Eri

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bunguran Timur, Ida Susanti, mengatakan bahwa pawai ini diadakan secara rutin setiap bulan Agustus tiap tahunnya guna memperkuat rasa cinta terhadap tanah air, sejarah, budaya, serta rasa syukur yang perlu tetap terjaga.

“Tujuannya adalah menanamkan nilai perjuangan para pahlawan serta mengembangkan rasa cinta kepada tanah air bagi siswa,” katanya.

Ida menyampaikan, setiap tingkat kelas memiliki tema yang berbeda.

Kelas X memperlihatkan pakaian masa perjuangan, kelas XI mengenang jasa para pahlawan, sedangkan kelas XII menampilkan keragaman budaya nusantara.

“Dengan pawai ini, diharapkan siswa kami dapat mengisi kemerdekaan dengan semangat tanpa melupakan jejak para pahlawan,” ujarnya.

( Mediapresisi.com -/birrifikrudin )

Baja Juga  Isu Penggelapan Mengemuka, Kuasa Hukum Tasya Farasya Bantah Niat Jelekkan Ahmad Assegaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *