Negosiasi Dagang AS-India Terus Berlangsung Meski Tarif 50%

mediapresisi.com, JAKARTA – Presiden Amerika SerikatDonald Trump menyatakan negosiasi dagang dengan Indiamasih berlangsung, meskipun hubungan antara kedua negara sedang tegang akibat tarif 50% terhadap ekspor dan sikap New Delhi yang tetap membeli minyak Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (9/9/2025) waktu setempat, hanya beberapa hari setelah Trump mengingatkan bahwa India dan Rusia tampak cenderung berada di pihak Tiongkok.

Trump menyatakan bahwa dirinya sedang menantikan pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam beberapa minggu ke depan. Ia juga yakin bahwa kedua negara mampu mencapai kesepakatan perdagangan.

“Saya percaya tidak akan ada kendala dalam mencapai kesimpulan yang berhasil bagi dua negara besar kita,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial yang dilansir oleh Reuters, Selasa (10/9/2025).

Baja Juga  Mangrove Jadi Teh dan Sabun, Karya Mahasiswa UNS

Minggu lalu, Trump menyatakan bahwa India telah menawarkan untuk menghapus tarif atas produk Amerika. Namun menurutnya, tawaran tersebut terlalu lambat karena seharusnya India sudah mengurangi tarifnya bertahun-tahun yang lalu.

Semangat optimis Trump kali ini muncul setelah beberapa bulan negosiasi yang penuh fluktuasi dan sempat memicu ketegangan dalam hubungan dagang antara Amerika Serikat dan India. Para penasihat ekonomi utama India pekan ini mengingatkan bahwa tarif sebesar 50% yang diberlakukan AS terhadap ekspor India berisiko mengurangi sebesar 0,5 poin persentase dari Produk Domestik Bruto (PDB) India pada tahun ini.

Trump sebelumnya sering kali berjanji bahwa kedua belah pihak hampir mencapai kesepakatan perdagangan. Namun, dia justru meningkatkan tarif baru terhadap impor dari India menjadi 50%.

Baja Juga  Kekhawatiran Perang Dagang AS-India, Ini Dampaknya pada Harga Minyak

Keputusan Trump memicu keraguan mengenai masa depan hubungan AS-India yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk selama masa jabatan pertamanya.

Peningkatan tarif terhadap India dilakukan setelah New Delhi menolak untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, yang dianggap oleh Trump sebagai penghalang dalam upayanya mengakhiri perang Moskow di Ukraina.

Sementara itu, Financial Times melaporkan pada Selasa bahwa Trump juga meminta Uni Eropa menerapkan pajak 100% terhadap barang yang diimpor dari India dan Tiongkok.

Berdasarkan data dari Biro Sensus Amerika Serikat, total perdagangan barang antara AS dan India pada tahun 2024 mencapai sebesar US$129 miliar, dengan defisit perdagangan AS sebesar US$45,8 miliar.

Baja Juga  Garnacho Jadi Cadangan, Bintang Rp1,3 Triliun Incar Pindah ke Chelsea Minggu Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *