Perjuangan Mpok Alpa dalam Menghadapi Kanker Payudara
Mpok Alpa, seorang komedian yang dikenal dengan gaya bicaranya yang khas dan logat Betawi, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker payudara. Kepergiannya terjadi di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, pada Jumat (15/8/2025). Selama perjuangannya, ia menghabiskan banyak uang untuk pengobatan, baik di Indonesia maupun Malaysia, termasuk kemoterapi hingga radiasi.
Aji Darmaji, suami dari Mpok Alpa, menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir ini, keluarga mereka melakukan berbagai pengobatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan sang istri. Ia menyatakan bahwa pengobatan tersebut memakan biaya yang sangat besar, bahkan membuat tabungan keluarga terkuras habis.
“Selama ini ya sudah dua mobil lah kejual, tabungan anak-anak kepakai juga, tabungan kami kering lah,” ujar Aji Darmaji saat ditemui di rumah duka di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/8/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa asuransi yang dimiliki tidak cukup untuk menutupi biaya pengobatan, sehingga harus menggunakan uang pribadi. Meskipun begitu, Mpok Alpa tidak pernah meminta bantuan dari orang-orang sekitarnya, termasuk rekan artis. Hal ini dilakukan karena ia ingin tidak menyusahkan orang lain.
“Mpok sakit gak saya kasih tau banyak orang. Kenapa? Mpok juga minta gitu biar gak nyusahin orang. Kalau ada pakai aja yang kita punya. Kalau gak ada kita diam. Prinsipnya orang hidup buat mati kok,” jelas Aji Darmaji.
Meskipun banyak artis yang ingin membantu, Mpok Alpa tetap memilih untuk menjalani pengobatan sendiri. “Cuma memang mpok engga mau nyusahin orang. Jadi yaudah jalanin pakai uang pribadi,” tambahnya.
Wasiat Mpok Alpa yang Tidak Benar
Setelah kepergiannya, muncul kabar tentang surat wasiat yang disebut sebagai pesan terakhir dari Mpok Alpa. Namun, Aji Darmaji membantah informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa surat wasiat yang beredar di media sosial tidak benar.
“Oh, ini saya lurusin ya. Saya juga dikirimin. Mpok tidak pernah menuliskan gitu. Begitu. Dan saya juga tahu Mpok kayak gitu,” ujar Aji Darmaji di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025).
Menurutnya, pesan terakhir Mpok Alpa hanya berupa permintaan kepada suaminya untuk menjaga anak-anak dengan baik. “Cuman wasiatnya pas malamnya itu, pas meninggal, cuman gitu aja, ‘Pah, anak, sekolahin yang tinggi. Makannya jangan sampai, susunya jangan sampai kurang, makanannya juga harus kenyang.’ Pesannya itu aja sih, anak,” jelasnya.
Aji Darmaji menegaskan bahwa isu wasiat yang viral di media sosial adalah hoaks. “Enggak pernah nulis-nulis kayak gitu, enggak pernah,” tegasnya.
Penghibahan Barang Milik Mpok Alpa
Setelah kepergiannya, Aji Darmaji mengungkapkan rencana untuk menghibahkan barang-barang milik istrinya. Tujuan dari penghibahan ini adalah agar barang tersebut bisa digunakan oleh kerabat atau saudara.
“Ya ada rencananya gitu nanti barang milik Mpok mau disumbangkan atau diinfakkan ke saudara,” kata Aji Darmaji saat ditemui di rumah duka.
Namun, ada satu barang yang akan ia simpan sendiri, yaitu jam tangan istrinya. “Ada jam tangan yang nyambung ke handphone dia. Jam kesayangan istri saya lah, makanya gak akan saya kasih ke siapa-siapa,” ujarnya.
Selain jam tangan, Aji Darmaji juga menyimpan handphone milik Mpok Alpa. “Sama handphone paling bakalan dipakai sama anak. Tapi handphonenya masih saya taruh aja gak saya apa-apain, mati kayaknya tidak di charge,” tambahnya.
Mpok Alpa dikenal publik sejak video curhatannya viral pada tahun 2018. Gaya bicaranya yang khas dan logat Betawi membuatnya menjadi komedian nasional yang populer. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker payudara yang menyebar ke paru-paru.




