Kondisi Perpustakaan SDN Patrol yang Rusak dan Tidak Terawat
Bangunan perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Patrol di Kampung Patrol, RT 5 RW 6, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, telah lama mengalami kerusakan yang parah. Dengan kondisi yang tidak terawat, bangunan tersebut tidak memiliki atap dan kaca jendela. Di dalam ruangan, terlihat debu menumpuk serta tumbuhan liar yang tumbuh di berbagai sudut.
Kondisi ini memengaruhi minat baca siswa, karena ruang baca yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk membaca buku justru tidak layak digunakan. Pada tahun 2023, saat Hasanudin Dermawan menjabat sebagai kepala sekolah, ia menyadari bahwa bangunan perpustakaan sudah sangat rusak dan hancur.
Menurut informasi yang diperoleh Hasanudin, perpustakaan itu sudah tidak dapat digunakan sejak tahun 2020. Akibatnya, buku-buku dari perpustakaan disimpan di ruangan guru. Untuk mengatasi masalah ini, sekolah mengadakan kegiatan pojok baca di setiap kelas. Buku-buku perpustakaan dibawa ke kelas agar siswa bisa membacanya, lalu dikembalikan ke kantor guru.
Meski begitu, kegiatan ini belum berjalan optimal. Siswa yang ingin membaca sering terganggu oleh aktivitas siswa lainnya. Menurut Hasanudin, keberadaan ruangan khusus untuk perpustakaan tetap penting agar siswa dan guru merasa nyaman saat membaca buku.
Dampak dari tidak adanya perpustakaan juga membuat minat baca siswa menurun. Tanpa fasilitas yang memadai, siswa tidak memiliki motivasi untuk membaca buku. “Kalau tak ada fasilitasnya, mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Hasanudin mengaku telah dua kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan perpustakaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat secara lisan. Namun, hingga saat ini, alokasi anggaran untuk perbaikan perpustakaan belum tersedia.
Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi pada bangunan perpustakaan tersebut. “Saya berharap bangunan perpustakaan yang rusak bisa direhabilitasi,” katanya.
Berdasarkan informasi yang terdapat di dinding bangunan, diketahui bahwa pelaksana pembangunan perpustakaan adalah CV Gumas Jaya dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bandung Barat Tahun Anggaran 2012. Meskipun demikian, hingga kini, perbaikan masih belum dilakukan.
Upaya dan Harapan Masa Depan
Selain kegiatan pojok baca di kelas, sekolah juga berusaha mencari solusi alternatif untuk meningkatkan minat baca siswa. Salah satunya adalah dengan mengajak siswa untuk membaca buku di lingkungan sekitar sekolah. Namun, hal ini juga memiliki keterbatasan, karena tidak semua siswa memiliki akses ke buku atau tempat baca yang nyaman.
Beberapa guru juga mulai mengembangkan program baca mandiri, di mana siswa diberi kesempatan untuk membaca buku sendiri di rumah. Akan tetapi, program ini tidak sepenuhnya efektif karena kurangnya pengawasan dan motivasi dari siswa.
Harapan besar terletak pada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera memberikan perhatian lebih terhadap perpustakaan SDN Patrol. Dengan adanya perbaikan, minat baca siswa bisa kembali meningkat, dan suasana belajar menjadi lebih nyaman dan produktif.
Tidak hanya itu, keberadaan perpustakaan yang baik juga akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Dengan akses yang mudah terhadap buku-buku, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang secara intelektual.
Oleh karena itu, masyarakat dan pihak terkait diharapkan bisa bersama-sama mendukung upaya perbaikan perpustakaan SDN Patrol. Dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, kondisi bangunan yang rusak dapat segera diperbaiki, sehingga siswa dapat menikmati fasilitas baca yang layak.




