Penanganan Kasus Balita yang Meninggal Akibat Cacingan Akut
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan pernyataan terkait kasus balita Raya, yang meninggal akibat cacingan akut di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlambatan dalam penanganan kasus tersebut. Menurutnya, sebenarnya proses penanganan berjalan sesuai rencana.
“Sebenarnya tidak ada keterlambatan,” ujar Saifullah Yusuf saat diwawancarai usai menghadiri acara temu Karang Taruna di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Minggu (24/8). Ia menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pembenahan data sebagai bagian dari strategi presiden untuk konsolidasi data seluruh keluarga tidak mampu. Proses konsolidasi ini melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi sangat penting karena banyak warga yang belum terdata, baik melalui Dukcapil maupun sumber lainnya.
Peran Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Untuk memastikan keakuratan data, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) untuk ikut serta dalam pemutakhiran data. Usulan sanggah berasal dari daerah ke pemerintah, dan BPS akan melakukan pemutakhiran data warga miskin di lapangan setiap tiga bulan.
Ia juga mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui kondisi keluarga tersebut belakangan ini. Oleh karena itu, Kemensos langsung turun melakukan assessment. Orang tua dari Raya telah ditangani dengan pengobatan dan rehabilitasi. Kakak Raya juga sedang dalam proses assessment, dan insya Allah akan masuk ke sentra yang ada di Sukabumi.
Pembelajaran dari Kasus Ini
Kasus Raya diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih memperhatikan dan menyisir warga sekitarnya. Jika diperlukan perlindungan dan jaminan sosial, dapat diajukan ke Kemensos. “Harus bersinergi, pemerintah daerah utamanya ya dengan desa-desa dan juga di RT-RW untuk benar-benar bisa memberikan suatu data yang tepat yang baik sehingga kita bisa berikan langkah-langkah atau intervensi yang tepat,” tegasnya.
Fakta Mengenai Kasus Raya
Balita asal Sukabumi, Jawa Barat, Raya (3) meninggal dunia akibat cacingan akut. Almarhumah menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat sembilan hari di rumah sakit. Raya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH pada Minggu malam (13/8). Dari video akun relawan Rumah Teduh, terlihat cacing gelang keluar dari hidung bocah tersebut. Bahkan, cacing juga keluar dari kemaluan dan anus Raya.
Relawan mencatat bahwa jumlah cacing yang keluar dari tubuh Raya mencapai 1 kilogram. Kondisi ini menunjukkan betapa parahnya infeksi cacing yang dialami oleh Raya.
Kendala dalam Pengobatan
Sayangnya, proses perawatan medis yang dijalani Raya sempat terkendala biaya. Anak dari pasangan Udin (32) dan Endah (38) tidak memiliki identitas resmi hingga kepesertaan BPJS Kesehatan. Relawan berusaha mendaftarkan Raya sebagai PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tetapi mereka harus dilempar-lempar oleh pihak dinas sosial setempat. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan dalam akses layanan kesehatan bagi keluarga miskin tanpa identitas resmi.




