Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Galon Daur Ulang Aman Digunakan

​mediapresisi.com– Masyarakat tidak perlu merasa cemas dalam menggunakan galon bekas sebagai wadah air minum sehari-hari. – Tidak perlu khawatir bagi masyarakat dalam menggunakannya galon daur ulang sebagai tempat air minum harian. – Penggunaan galon bekas sebagai wadah air minum sehari-hari tidak perlu menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. – Masyarakat bisa menggunakan galon daur ulang sebagai wadah air minum tanpa perlu merasa was-was.

Selain aman, penggunaan galon bekas juga berkontribusi pada kebersihan lingkungan karena mengurangi jumlah sampah plastik yang dibuang.

Galon yang dapat digunakan kembali dengan bahan polikarbonat (PC) memiliki sertifikasi food grade dan telah memenuhi standar keamanan pangan nasional serta internasional.

Maknanya, kemasan tersebut aman dan tidak mencemari air minum dengan Bisphenol A (BPA) seperti yang selama ini diberitakan.

Banyak penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa BPA dalam berbagai benda bisa berbahaya bagi manusia, tetapi tidak pada galon. Hal ini karena tidak pernah ditemukan adanya migrasi BPA dari galon berbahan PC ke air minum.

Baja Juga  Pemeriksaan Keamanan Stadion Persiraja vs Adhyaksa FC oleh Ditpamobvit Polda Aceh

Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Makassar (UIM) serta Universitas Muslim Indonesia (UMI).

“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, kami tidak menemukan (non-detected/ND) BPA pada semua sampel AMDK yang diuji,” ujar Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin.

Kondisi kebersihan dan higienitas galon yang telah digunakan sejak tahun 1990-an tetap terjaga dengan baik. Setiap kali galon dikembalikan ke pabrik, produsen melakukan proses pembersihan dan sterilisasi menggunakan mesin khusus yang dirancang untuk menghilangkan kotoran serta risiko kontaminasi.

Jika terdapat kerusakan kecil, pabrikan akan segera menggantinya dengan galon yang baru. Galon hanya akan diisi ulang jika lulus uji kebersihan dan kelayakan. Proses ini memastikan bahwa air yang sampai kepada konsumen tetap bersih dan aman untuk diminum.

Penelitian yang dilakukan oleh Dong Wen-li dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal Applied Mechanics and Materials Vol 469 Tahun 2014 juga menunjukkan bahwa semakin lama galon PC yang bisa digunakan kembali digunakan, maka migrasi zat Bisphenol A (BPA) pada suhu normal ke dalam air cenderung menurun secara proporsional.

Baja Juga  Warga Kulim Berebut Bantuan Sembako, 5 Ton Habis dalam Hitungan Jam

“Artinya, semakin sering dan lama wadah tersebut digunakan, semakin rendah kemungkinan paparan BPA yang terjadi, sehingga pengguna tidak perlu khawatir dalam menggunakan wadah PC berulang kali,” ujar Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Polimer Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTP BRIN) Syuhada.

Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Hermawan Seftiono mengungkapkan bahwa galon dan BPA adalah dua produk yang berbeda. Ia menjelaskan, BPA merupakan bahan pembentuk galon polikarbonat dan memang zat yang berbahaya jika digunakan sendiri.

Hermawan menyatakan, tidak pernah ada laporan di Eropa yang menginformasikan seseorang sakit akibat meminum air dari galon berbahan polikarbonat. Kepala Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Trilogi menegaskan, hal ini berarti kemasan galon polikarbonat serta tutupnya aman untuk digunakan dalam produk AMDK.

Baja Juga  Zurich dan Danamon Perkuat Target 3.000 Polis Penyakit Kritis Bulanan via Bancassurance

“Masih belum ada kasus di Indonesia maupun di luar negeri yang terkena penyakit akibat kandungan BPA ini,” katanya.

Banyak fakta dan informasi menunjukkan bahwa penggunaan galon bekas masih tergolong aman. Galon berbahan PC yang dapat digunakan kembali telah digunakan selama lebih dari dua puluh tahun. Selama periode tersebut, tidak ada konsumen yang melaporkan gangguan kesehatan apa pun yang secara langsung dikaitkan dengan galon tersebut.

Banyak warga yang telah lama menggunakan produk tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun.

Bukti dari pengalaman bertahun-tahun serta dukungan ilmiah menunjukkan bahwa galon yang digunakan kembali tetap aman, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kenyataannya selama ini saya menggunakan air kemasan dengan baik-baik saja. Saya juga memasak susu anak, masih ada yang balita itu juga memasaknya dengan air tersebut,” ujar salah seorang warga Bekasi, Rina Destiana (28) yang mampu menghabiskan 2 galon air setiap minggu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *