Korban Tewas Banjir Bali Bertambah

KORBAN tewas akibat banjirmeningkat di Provinsi Bali. Data sementara pada hari Kamis, 11 September 2025 pukul 12.00 WITA, total korban jiwa yang telah ditemukan akibat bencana tersebut mencapai 14 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa para korban berasal dari kota dan kabupaten yang berbeda. “Data korban meninggal di Kota Denpasar sebanyak 8 orang, Kabupaten Jembrana 2 orang, Kabupaten Gianyar 3 orang, serta Kabupaten Badung 1 orang,” ujar Muhari dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 11 September 2025.

Jumlah korban jiwa akibat banjir di Bali mengalami peningkatan dibandingkan data sehari sebelumnya. Pada pukul 19.45 WITA Rabu lalu, BNPB mencatat sembilan orang meninggal dunia akibat bencana banjir tersebut.

Baja Juga  Prabowo Beri 141 Tanda Kehormatan, Istana: Jadi Tradisi

Selain itu, dua penduduk masih dilaporkan hilang sejak bencana banjir terjadi. BNPB terus berupaya mencari keduanya hingga saat ini.

Di sisi lain, sejumlah penduduk telah berpindah ke berbagai titik tempat penampungan. BPBD Bali melaporkan terdapat 562 warga yang mengungsi, yaitu 327 orang di Kabupaten Jembrana dan 235 orang di Kota Denpasar. Fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, musala, dan banjar digunakan sebagai tempat penampungan sementara.

BNPB mengatakan bahwa saat ini kondisi permukaan air di sungai-sungai Bali sudah kembali ke tingkat normal sejak pukul 21.00 WITA kemarin. “Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto.

Baja Juga  30 Soal ANBK Kelas 8 SMP 2025: Numerasi & Literasi + Jawaban Lengkap

Hujan deras yang mengguyur pulau tersebut, khususnya Kota Denpasar, berlangsung lebih dari 24 jam sejak dini hari Selasa, 9 September 2025. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan curah hujan di Bali pada Selasa dan Rabu pekan ini mencapai 385,5 mm. Angka ini dua kali lipat melebihi ambang batas hujan ekstrem sebesar 150 mm per hari.

Angka tersebut dilaporkan oleh Stasiun Klimatologi Bali yang berada di Jembrana. Sementara itu, Stasiun Geofisika Denpasar melaporkan tingkat curah hujan sebesar 188,4 mm.

Sebelumnya, dalam laporan cuaca mingguan yang dikeluarkan pada hari Senin lalu, BMKG menyebutkan bahwa Bali memang termasuk wilayah yang perlu waspada pada tanggal 9 hingga 11 September 2025. Peringatan dini mengenai kemungkinan hujan deras yang diikuti dengan kilat dan angin kencang diberikan.

Baja Juga  Ironi K3: Wamenaker Jadi Tersangka, 6 Pekerja Tewas di Lokasi Kerja

Irsyan Hasyim, Mila Novita, dan Zacharias Wuragil turut serta dalam penyusunan artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *