Kesehatan Warga Sukajaya Terancam Akibat Air Sumur Tercemar BBM

Warga Sukajaya Resah Akibat Air Sumur Terkontaminasi BBM

Warga di RT 02 RW 05 Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengalami kekhawatiran besar akibat air sumur yang mereka gunakan mengeluarkan aroma menyengat mirip bahan bakar minyak (BBM). Dugaan sementara menunjukkan bahwa pencemaran ini berasal dari kebocoran tangki penyimpanan SPBU yang berada di Jalan Kolonel Masturi, dekat dengan permukiman warga.

Dari 11 sampel air sumur yang diperiksa, delapan di antaranya menunjukkan aroma BBM ketika dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral. Hanya tiga sampel yang masih bebas dari aroma mencurigakan. Hal ini membuat warga semakin khawatir akan kualitas air yang mereka konsumsi sehari-hari.

Ketua RT 02 Sukajaya, Hadiat, menjelaskan bahwa pencemaran ini telah terjadi hampir lima bulan. Bahkan, warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, dan kesehatan mereka juga terancam. Menurutnya, total ada 22 sumur yang sudah terindikasi tercemar.

Baja Juga  Harga Honda Mobilio Bekas 2019, Cocok untuk Karyawan

“Warga jadi kesulitan, untuk minum harus beli galon, sedangkan untuk mandi ada yang menumpang ke tetangga. Anak-anak juga mengalami gatal-gatal dan panas di tenggorokan jika terkena air,” ujarnya pada Rabu, 3 September 2025.

Dampak Pencemaran pada Kesehatan dan Peternakan

Pencemaran tidak hanya memengaruhi kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor peternakan. Beberapa sapi milik warga dilaporkan mengalami sakit perut dan kembung. Bahkan, beberapa ekor sapi terpaksa dipotong karena kondisi kesehatannya memburuk akibat diberi minum air yang tercemar BBM.

Hadiat menambahkan bahwa pihak pengelola SPBU sempat berjanji akan membuat sumur baru dan menyediakan pasokan air bersih. Namun, hingga kini janji tersebut belum direalisasikan. “Sudah hampir lima bulan, warga hanya diberi janji. Padahal kebutuhan air tidak bisa ditunda,” katanya.

Baja Juga  Modus Pesan Donat 10 Kotak, Penjual Kehilangan Motor Saat Antar Pesanan ke Penipu

Hasil Uji Laboratorium Menunjukkan Kualitas Air Tidak Layak Konsumsi

Ibu Ida Rosida, salah satu perwakilan warga, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan bahwa air sumur tersebut tidak layak dikonsumsi. “Hasil lab jelas, bakteriologinya positif, banyak bakteri berbahaya. Kandungan timbal juga jauh di atas batas aman. Harusnya 0,01, tapi hasilnya 0,164. Ini sudah berunsur minyak,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat segera turun tangan, mengingat hasil laboratorium sudah membuktikan pencemaran berbahaya. Ida mengaku, seluruh warga menolak solusi berupa kompensasi uang, karena kebutuhan air bersih tidak bisa digantikan dengan nominal.

“Kalau hanya diberi uang Rp10 juta per orang, itu tidak akan cukup untuk seumur hidup beli air. Kami minta solusi nyata, pasokan air bersih setiap hari atau sumur pengganti yang benar-benar aman. Kalau tidak segera ada solusi, warga akan menutup paksa SPBU,” tegasnya.

Baja Juga  Cuaca Bandar Lampung 11 September 2025: Hujan Ringan dan Petir di Sore Hari

Harapan Warga untuk Solusi Nyata

Hingga kini, kondisi pencemaran masih berlangsung. Warga berharap mediasi dengan pihak SPBU dapat segera menghasilkan keputusan konkret, agar mereka bisa kembali menggunakan air tanpa rasa takut terhadap ancaman kesehatan. Mereka berharap pihak terkait segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *