Kebijakan Zero ODOL 2027: Suara Pengusaha Truk Indonesia

JAKARTA, MediaPresisi.com– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Januari 2027.

Pada dasarnya, kebijakan semacam ini telah diumumkan sejak tahun 2017, namun hingga kini belum juga diwujudkan.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Agus Pratiknyo, penerapan kebijakan Zero ODOL 2027 sulit dicapai karena pemerintah belum memberikan kemudahan dalam proses administrasi bagi pelaku usaha transportasi.

Agus menyatakan bahwa pemerintah perlu menyusun skema yang dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang ingin mengembalikan kondisi kendaraannya ke normal.

“Harus ada upaya kita untuk menerima. Baik itu disebut sebagai amnesti, atau bentuk lainnya yaitu pemutihan. Silakan, berikan mereka kesempatan untuk mendapatkan kemudahan. Silakan, kamu akui kesalahanmu,” kata Agus kepadaMediaPresisi.com, Selasa (7/10/2025).

Baja Juga  Diskon JSM Indomaret dan Alfamart 22–24 Agustus: Minyak Goreng Mulai Rp30 Ribuan

Menurutnya, banyak pengusaha yang sebenarnya berkeinginan untuk mematuhi aturan, tetapi mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen legal kendaraan yang telah diubah atau dinormalisasi. “Normalisasi tidak mudah. Hanya memotong saja gampang. Yang rumit adalah mendapatkan dokumen resmi untuk kendaraan yang telah dinormalisasi. Hal ini perlu didukung dan diberikan kemudahan,” ujar Agus.

Agus juga menyoroti pendekatan pemerintah yang dianggap tidak menyeluruh dalam menyusun kebijakan Zero ODOL.

Pemerintah hanya memperhatikan tujuan akhir tanpa mempertimbangkan situasi di lapangan. “Pemerintah ini hanya melihat dari depan. Tidak mau melihat dari belakang. Bahwa pada 2027 saya ingin Zero ODOL. Bagaimana dengan kendaraan yang ada di belakang? Yang tidak bisa mengikuti aturan,” kata Agus.

Baja Juga  Perilaku FOMO di Era Digital: Apakah Bahaya atau Justru Baik? Pandangan Islam tentang Solusinya

Ia menyampaikan bahwa kebijakan seperti peremajaan armada atau normalisasi kendaraan tidak dapat diimplementasikan secara mendadak tanpa data yang valid dan dukungan administratif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *