Jokowi Bocorkan Rahasia Kebahagiaan, Tampil Mesra dengan Cucu Akhir Pekan Ini

MediaPresisi.comPresiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, menunjukkan aktivitas santainya pada akhir pekan ini bersama lima cucunya.

Bahkan Jokowi tampak menunjukkan bagaimana kebahagiaan sejati muncul dari momen-momen kecil yang ia lewati.

Hal tersebut disampaikan Jokowi melalui video dan tulisan yang diunggah di akun X-nya, @jokowi, pada malam Minggu.

Di dalam video tersebut, Jokowi terlihat berada di meja makan bersama lima cucunya.

Ia kemudian merekam momen kebersamaannya menggunakan perangkat elektroniknya dan memperkenalkan lima cucunya.

“Pada pagi hari ini, saya berada bersama cucu,” ujar Jokowi.

Ia kemudian merekam masing-masing cucunya untuk menyebutkan nama mereka di depan kamera ponsel Jokowi.

Terdapat Jan Ethes, Jeda, Naya, Lembah, dan Saut. Tadi baru datang dari tempat bermain, playground di Solo,” ujar Jokowi sambil tersenyum.

Jokowi juga menyampaikan cerita dalam video yang ia unggah.

“Libur akhir pekan selalu menjadi waktu yang istimewa, saat bisa dihabiskan bersama cucu-cucu yang sangat dicintai, mulai dari bermain bersama, mendengar cerita mereka yang penuh kegembiraan, hingga tertawa tanpa henti,” ujar Jokowi.

“Kehadiran mereka membuat suasana terasa lebih ceria dan penuh keberagaman, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sesungguhnya sering kali muncul dari momen bersama yang sederhana,” kata Jokowi.

Tudingan Ijazah Jokowi

 

Seperti yang diketahui, perdebatan mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terus berlangsung.

Baja Juga  DPR dan Kemenkeu Berebut Tanggung Jawab Tunjangan Rumah Rp 50 Juta

Dugaan ijazah palsu pertama kali diungkapkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) akhirnya menghentikan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi pada Selasa (29/7/2025) setelah menyatakan bahwa ijazah Jokowi sama.

Kemudian bola panas kini berada di tangan sejumlah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Beberapa lulusan UGM, termasuk Roy Suryo, Dr Tifa dan Rismon Hasiholan Sianipar dilaporkan oleh Jokowi terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah serta penghasutan serta penyebaran berita palsu.

Terbaru, Roy Suryo dan kawan-kawannya merilis buku dengan judul Jokowi White Paper’s.

Buku dengan sampul berwarna putih tersebut dikatakan merupakan studi forensik digital, telematika, dan neuropolitik mengenai keabsahan dokumen serta perilaku kekuasaan.

Di media sosial, ketiganya tetap aktif membahas berbagai ketidakwajaran terkait ijazah Jokowi.

Mengenai hal tersebut, pengacara Firdaus Oiwobo mendirikan organisasi baru.

Firdaus dikenal sebagai seorang pengacara yang pernah menjadi sorotan setelah naik ke atas meja di ruang persidangan.

Organisasi pendukung Jokowi yang dibentuk oleh Firdaus diberi nama Termul, singkatan dari Ternak Mulyono.

Hal ini diungkapkan Firdaus Oiwobo melalui reels Instagramnya @m.firdausoiwobo_sh pada Sabtu (23/8/2025).

Di dalam unggahannya, Firdaus Oiwobo menyampaikan alasan ia mendirikan Termul guna menghadapi Roy Suryo dan kawan-kawannya.

Organisasi tersebut memiliki lambang berupa kera berwarna cokelat yang sedang mengangkat tangan dengan tulisan “termul” di bawahnya.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada hari ini tanggal 23 Agustus 2025, saya secara resmi mendirikan organisasi Ternak Muliono atau Termul. Saya sebagai ketua umum dan pendiri akan mengumumkannya dalam waktu dekat,” kata Firdaus Oiwobo dalam videonya.

Baja Juga  Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari $1, Ketegangan Geopolitik Khawatirkan Pasokan

“Tujuan saya mendirikan organisasi Termul ini atau Ternak Mulyono adalah untuk menentang argumen-argumen hukum yang diajukan oleh Roy Suryo dan Rismon Cs bersama Ahmad Khozinudin serta rekan-rekannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat yang mendukung Jokowi dapat menyertai organisasi yang ia inisiasi.

Tujuannya adalah untuk menghadapi Roy Suryo yang dia sebut ‘Panci’ dan Rismon Sianipar yang dia panggil ‘betok’.

“Bagi masyarakat yang ingin bergabung, silakan ayo kita lawan arus-arus negatif yang dihasilkan dari provokasi mereka,” kata Firdaus Oiwobo.

“Saya, Calon Doktor Muhammad Firdaus Oiwobo SH, MH, CFLS, CLA, LCA, CMK selaku Ketua Umum Termul atau Ternak Mulyono akan melawan Roy Suryo Panci dan Rismon Betok. Terima kasih. Bravo!” ujarnya dengan penuh semangat.

Pengikut Firdaus Oiwobo juga merespons dengan antusias, termasuk para penggemarnya.

Dukungan hingga kritik mengisi kolom komentar di unggahannya.

Sebutan Termul atau Ternakan Si Mul yang akhirnya berubah menjadi Ternak Mulyono pertama kali dikenalkan oleh penggiat media sosial dan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM), Tifauzia Tyassuma atau Dr Tifa.

Setelah mempertanyakan keabsahan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akun media sosialnya menjadi perhatian masyarakat.

Baja Juga  Bahaya Doomscrolling dan Tips Jaga Kesehatan Mental di Era Informasi Negatif

Tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga figur ‘buzzer’ yang menyerangnya.

Hal tersebut terlihat dari berbagai komentar negatif hingga caci maki yang memenuhi kolom komentar pada beberapa unggahan twitter @DokterTifa.

Di setiap unggahan, banyak akun yang dianggapnya sebagai ‘buzzer’ memberikan argumen, mulai dari menyatakan bahwa mereka bukan ilmuwan hingga membela Jokowi.

Lelah dengan tingkah para buzzer, Dr Tifa menyebutkan ada istilah yang lebih merendahkan untuk menggambarkan seorang buzzer.

Istilah tersebut adalah Termul.

Dalam unggahannya pada Senin (18/5/2025), Termul merupakan kependekan dari Ternakan Si Mul.

Meskipun demikian, dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai siapa sosok ‘Mul’ yang dimaksud.

Ternyata disebutkan bahwa hal itu dianggap rendah dibandingkan dengan buzzer.

Karena, Termul katanya dibesarkan oleh seorang pembohong, perampok, dan pengecut.

“10 tahun memiliki julukan Buzzer, yang berarti Lalat penggema. Kita tahu bahwa lalat adalah makhluk yang memakan sampah. Suka sekali hinggap di kotoran hewan dan memakan apa pun yang ada di depannya. Jadi julukan itu sangat merendahkan. Sangat menjijikkan,” tulis Dr Tifa.

“Sekarang muncul lagi yang lebih hina: TERMUL. Hewan ternak milik Mul. Sudah jelas hewan peliharaan. Dibesarkan oleh seorang Pembohong, Perampok, dan Penakut. Sampai saat ini, tidak ada yang lebih hina dan lebih rendah daripada gelar ini,” ujarnya.

Baca berita MediaPresisi.comlainnya diGoogle News dan WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *