Peristiwa Guru yang Ancam Cekik Siswa SD di Sekolah Lain Memicu Keprihatinan
Sebuah video yang menampilkan aksi seorang guru mengancam akan mencekik seorang siswa SD kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Video ini viral setelah menyebar melalui media sosial, dan menimbulkan kekhawatiran terhadap perilaku guru tersebut.
Insiden ini dilaporkan terjadi saat upacara bendera di SD Negeri 9 Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dalam video tersebut, seorang guru perempuan berinisial H tiba-tiba datang ke sekolah lain dan langsung melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan etika sebagai pendidik. Ia mengintimidasi guru dan siswa serta secara verbal mengancam akan mencekik seorang murid.
Aksi tersebut berhasil dicegah oleh guru lain yang segera menghentikannya. Pihak sekolah dan dinas pendidikan kemudian menindaklanjuti kejadian ini dengan serius.
Rekam Jejak Guru yang Tidak Menyenangkan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran, Anca Martha Utama, mengungkapkan bahwa insiden ini bukanlah kali pertama yang dialami guru H. Ia memiliki catatan pelanggaran yang berulang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut laporan yang diterima, guru H pernah dilaporkan karena merokok di dalam kelas dengan menggunakan seragam dinas. Selain itu, ia juga pernah kedapatan datang ke sekolah dengan memakai celana pendek, tindakan yang tidak sesuai dengan aturan pakaian untuk pegawai negeri.
Setelah menunjukkan perubahan sikap dan diperbolehkan kembali mengajar, guru H kembali berulah pada akhir Juli 2025. Tindakan yang dilakukannya berujung pada insiden ancaman terhadap siswa. Akibatnya, Disdikbud Pesawaran langsung mengeluarkan surat resmi agar H tidak lagi mengajar.
“Kasus intimidasi dan dugaan pencekikan murid sudah kami laporkan ke pihak kepolisian,” ujar Anca. “Surat nonaktif sementara juga sudah kami keluarkan, karena perilaku yang bersangkutan tidak mencerminkan seorang guru.”
Tanggapan dari DPRD Pesawaran
Peristiwa ini juga mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesawaran. Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Muhammad Rinaldi, meminta dinas terkait untuk menangani kasus ini dengan tegas.
“Waktu video awal mencuat, saya langsung hubungi kadis untuk konfirmasi kejadian dan menanyakan tindak lanjutnya,” kata Rinaldi. “Menurut pengakuan kadis, oknum tersebut sudah diarahkan untuk tes kesehatan jiwa.”
Rinaldi menambahkan, hasil tes kesehatan jiwa ini akan menjadi dasar bagi Disdikbud untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi. Pihaknya berjanji akan mengawal kasus ini agar penanganan berjalan transparan dan tidak berlarut-larut.
Penanganan oleh Pihak Kepolisian
Sementara itu, Kapolres Pesawaran, AKBP Heri Sulistyo Nugroho, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dan akan segera memprosesnya.
Dari seluruh kejadian ini, muncul pertanyaan besar tentang tanggung jawab institusi pendidikan dalam memastikan bahwa guru-guru mereka menjalankan tugasnya dengan profesional dan menjaga keselamatan serta kenyamanan siswa. Tindakan yang dilakukan guru H jelas tidak layak dilakukan oleh seorang pendidik, dan kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap perilaku guru yang bisa membahayakan lingkungan belajar.




