BANGKA, Mediapresisi.com –Sebuah kejanggalan menghiasi dunia tenaga kerja Indonesia.
Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Imannuel Ebenezer ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada waktu yang hampir bersamaan, enam pekerja ditemukan meninggal dunia akibat serangkaian kecelakaan kerja di berbagai lokasi di Kepulauan Bangka Belitung.
Banyak pekerja meninggal saat mencari penghidupan dan diperkirakan tidak memenuhi standar keselamatan dalam aktivitas operasional yang mereka lakukan.
Empat Pekerja Tambang Tewas
Laporan Mediapresisi.com -, dari enam pekerja yang meninggal, empat di antaranya adalah pekerja tambang.
Tiga pekerja tambang ditemukan di lokasi tambang rakyat Lembah Jambu, Tempilang, Bangka Barat pada Jumat (22/8/2025). Satu pekerja tambang lainnya ditemukan meninggal di Laut Penganak, Bangka Barat.
Ketiga pekerja tambang yang mengalami kecelakaan di Tempilang disebabkan oleh longsoran di area Izin Usaha Penambangan (IUP) PT Timah Tbk.
Ketiga korban adalah:
- Ferdi, penduduk Gang Rasyid, Desa Tempilang
- Dandi, penduduk Desa Air Lintang
- Asmadi, penduduk Dusun Kelekak Kabung, Desa Benteng Kota.
Kepala Polres Bangka Barat AKBP Aditya Pradana Nugraha menyatakan, akan mengambil tindakan keras terkait kegiatan penambangan dan penerapan standar keselamatan kerja.
“Kami akan memanggil dan mengecek pemilik tambang serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan di lokasi ini. Aspek keselamatan kerja menjadi perhatian utama, dan kami tidak akan mengizinkan kelalaian yang berujung pada korban jiwa,” ujar Aditya dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (23/8/2025).
Aditya menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan tugas di lokasi, Polres Bangka Barat mengirimkan tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Fajar Riansyah, bersama anggota dari Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidter).
Petugas telah melakukan pengamanan lokasi kejadian, evakuasi korban, serta mengumpulkan bukti-bukti awal dan keterangan dari saksi-saksi di tempat kejadian.
“Kami masih mengumpulkan data mengenai status legalitas pertambangan serta pelaksanaan standar operasional di lapangan. Jika ditemukan unsur tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” kata Aditya.
Kepala Divisi Informasi PT Timah Tbk Anggi Siahaan menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menewaskan tiga karyawan.
“Perusahaan berfokus pada pelaksanaan mitigasi dan evakuasi korban. Penyebab terjadinya kejadian masih dalam penyelidikan,” kata Anggi.
Sementara itu, penyebab kejadian ini masih dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan oleh tim perusahaan.
Ia menambahkan, kecelakaan pertambangan tersebut terjadi di mitra bisnis PT Timah Tbk yang sedang beroperasi di Lembah Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang.
PT Timah Tbk melakukan prosedur penanganan darurat kecelakaan pertambangan dalam kejadian ini. Di masa mendatang, pihaknya tetap berupaya meningkatkan penerapan keselamatan kerja.
Di sisi lain, sehari sebelumnya, seorang korban meninggal bernama Wasidi (46), warga asal Bengkulu yang sehari-hari bekerja sebagai penyelam di ponton mengapung di Laut Penganak, Bangka Barat.
Jasad Wasidi ditemukan terapung pada Kamis (21/8/2025) setelah dua hari dilaporkan hilang.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang I Made Oka Astawa menyampaikan bahwa tim penyelam turut diterjunkan dalam proses pencarian terhadap Wasidi, tetapi pada saat itu menghadapi kendala karena keterbatasan jarak pandang di bawah laut.
Dua rekan kerja lainnya yang meninggal…
Sementara dua jenazah lainnya adalah warga Sungai Selan, Bangka Tengah yang bernama Maryadi (20) dan Reza Arta (21).
Keduanya terakhir kali terlihat ketika mengangkut teknisi kapal dengan perahu cepat menuju perairan laut Permis.
Kapolsek Sungai Selan Iptu Sugianto menyampaikan bahwa Maryadi dan Reza mengantarkan mekanik ke kapal barang KM Bahari Karya yang rusak di tengah laut pada Senin (18/8/2025).
Sesampainya di lokasi kapal, kecepatan yang mereka gunakan terlepas, lalu dikejar. Diduga mereka tenggelam akibat gelombang besar,” kata Sugianto.
Warga bersama aparat kepolisian segera melakukan pencarian pada hari yang sama, tetapi hanya menemukan sebuah perahu cepat yang kosong.
“Pagi ini akhirnya ditemukan, posisi keduanya berdekatan dan telah meninggal,” kata Sugianto.
Dengan demikian, total enam korban jiwa tercatat dalam tiga hari terakhir di Kepulauan Bangka Belitung, sejalan dengan penahanan Imannuel Ebenezer di Jakarta pada Jumat (22/8/2025).




