BENGKULU.COM –Viral di media sosial video seorang guru SD yang hampir memegang leher siswanya saat upacara bendera berlangsung.
Peristiwa ini diketahui terjadi di Sekolah Dasar Negeri 9 Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Di dalam video yang beredar luas, seorang guru berpakaian ASN tiba-tiba marah dan ingin menjerat siswa-siswi yang sedang berbaris upacara.
“Kalau tidak saya tindak ini anak-anak. Ini perintah, setiap Senin tidak ada guru yang diperbolehkan absen. Laporkan kepada bupati,” kata seorang guru dengan marah.
Tiba-tiba suasana diisi dengan teriakan panik, beberapa siswa merasa takut, sebagian menangis, lalu berlari masuk ke dalam kelas.
Beruntung salah satu guru wanita segera dengan cepat menghentikan tindakan oknum guru yang ingin menganiaya murid mereka.
“Anak-anak takut lo, ayo anak-anak masuk, segera masuk ke kelas,” kata guru lain sambil memegang guru yang sedang marah.
Seorang guru yang berusaha meredakan situasi justru dihukum kembali oleh oknum guru tersebut.
“Jangan terlalu banyak bicara, tidak perlu membantah saya,” jawab pelaku.
Bukan Kepala Sekolah
Kepala Polisi Resor Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho mengonfirmasi kejadian yang terdapat dalam video yang viral. Ia menyatakan, kejadian tersebut berlangsung pada akhir Juli 2025. Yang bersangkutan bukanlah kepala sekolah, melainkan guru pendidikan jasmani dan olahraga (PJOK).
Berdasarkan informasi yang beredar, guru tersebut bernama Harmini.
Harmini kesal karena banyak guru tidak hadir saat upacara hari Senin pagi.
“Video tersebut memang terjadi di wilayah hukum kami. Anggota Polsek Kedondong sudah langsung turun ke lokasi untuk menindaklanjuti,” ujar Heri, Minggu (24/8/2025).
Namun, Heri menekankan bahwa penanganan terhadap guru tersebut kini menjadi tanggung jawab Inspektorat Pesawaran.
“Untuk informasi lebih rinci mengenai tindakan yang dilakukan, mohon bertanya langsung kepada Inspektorat karena mereka yang berwenang memberikan keterangan,” katanya.
Dinonaktifkan
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Lampung secara resmi mengangkat Harmini sebagai guru SD.
Melalui Surat Perintah Tugas Nomor 800/1016/IV.02/P2K/VIII/2025 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Anca Martha Utama pada 1 Agustus 2025, Harmini secara resmi dihentikan sementara dari tugas mengajar PJOK di SDN 5 Kedondong.
Juga merujuk pada laporan resmi dari Kepala UPTD SDN 9 Kedondong yang dikeluarkan pada tanggal 28 Juli 2025, yang menyatakan bahwa tindakan Harmini tidak sesuai dengan sikap seorang guru.
DPRD Menyarankan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa Harimini
Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran Muhammad Rinaldi memberikan pernyataan terkait beredarnya video dugaan tindakan intimidasi dan sikap arogan seorang guru di SDN 9 Kedondong.
Rinaldi meminta agar perkara ini ditangani dengan serius dan diambil tindakan tegas oleh instansi yang berwenang.
Ia menyampaikan, sejak awal video beredar di media sosial, pihaknya langsung bekerja sama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran untuk memverifikasi kebenaran peristiwa serta memastikan tindakan selanjutnya.
“Saat video pertama muncul, saya segera menghubungi kadis untuk meminta konfirmasi mengenai kejadian tersebut dan menanyakan tindakan selanjutnya. Menurut pengakuan kadis, orang tersebut telah diarahkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa,” kata Rinaldi, Minggu (24/8/2025).
Ia menekankan, hasil pemeriksaan kesehatan jiwa tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan dan Budaya dalam melakukan evaluasi serta pemberian sanksi.
Anggota DPRD, menurutnya, akan ikut memantau agar penyelesaian masalah ini tidak terlalu lama.
“Hasil tes tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam evaluasi dan pemberian sanksi oleh dinas pendidikan. Kami berharap ada tindakan yang jelas agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Rinaldi berharap kejadian ini mendapat perhatian serius dari semua pihak agar anak-anak tetap merasa aman dan nyaman dalam belajar di sekolah.
Diketahui bahwa seorang guru di Pesawaran diduga melakukan ancaman terhadap rekan guru dan siswa saat upacara bendera.
Video yang viral mendapat banyak kritikan dari pengguna media sosial Tiktok.
Kejadian tersebut diduga berlangsung di SDN 9 Kedondong, Pesawaran.
Saat ditanya, Kepala Disdikbud Pesawaran Anca Martha Utama mengonfirmasi hal tersebut.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin (28/7/2025) kemarin.
Guru dengan inisial H, yang terdaftar sebagai pengajar di SDN 5 Kedondong, tiba-tiba datang ke SDN 9 Kedondong saat upacara sedang berlangsung.
“Yang bersangkutan langsung melakukan ancaman terhadap guru dan siswa, bahkan sampai mengancam secara lisan akan memegang leher seorang murid tanpa alasan yang jelas,” ujar Anca, Minggu (24/8/2025).
Beberapa artikel ini telah diterbitkan diLampung.com




