Guru Ancam Cekik Murid SD, Tantang Rekan Lapor Bupati, Kini Diadukan ke Polisi

JATIM.COM– Video guru mengancam menekan leher siswa sekolah dasar (SD) saat upacara bendera, beredar luas di media sosial.

Tindakan guru tersebut berhasil dicegah oleh rekan guru lain.

Siswa-siswi SDyang ikut upacara bendera langsung berhamburan pergi karena takut. Mereka lari keluar, bahkan banyak yang menangis dengan sangat keras.

Kejadian tersebut berlangsung di SD Negeri 9 Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pada 28 Juli 2025 lalu.

Sosok guru yang memegang leher muridnya guru yang mengancam dengan menekan leher siswanya guru yang melakukan tindakan ancaman dengan cara mencengkeram leher muridnya guru yang mengancam dengan cara menggenggam leher anak didiknya guru yang memberikan ancaman dengan cara menyentak leher muridnyadia dikenal dengan nama Harimini atau H.

Ibu Guru H ternyata pernah mendapatkan peringatan sebelum kejadian yang viral, yaitu saat akan menjerat siswa tersebut.

Bahkan dia pernah diistirahatkan sementara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran, Anca Martha Utama, mengakui terjadinya kejadian seorang guru yang hendak mencengkeram muridnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah lembaga pemerintah di tingkat daerah yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan serta pengelolaan pendidikan dan kebudayaan di wilayahnya.

Baja Juga  Prabowo Beri Penghargaan Kepada 141 Tokoh, Ini Daftarnya

“Yang bersangkutan langsung melakukan ancaman terhadap guru dan siswa, bahkan sampai nekat menyampaikan pernyataan akan memegang leher seorang murid tanpa alasan yang jelas,” ujar Anca, Minggu (24/8/2025), dilansir dari Lampung.co.id.

Sebelum kejadian ini terjadi, ternyata H pernah menerima peringatan karena melanggar aturan disiplin.

H ditangkap sedang merokok di dalam kelas sementara masih memakai seragam dinas. Selain itu, ia juga datang ke kantor dengan mengenakan celana pendek.

Dikira, H mengalami gangguan mental.

Akibatnya, ia sempat diistirahatkan sementara.

Berdasarkan laporan tersebut, kami mengajukan pemeriksaan kepada inspektorat.

Pada saat itu kami juga menonaktifkan orang yang bersangkutan karena dugaan mengalami gangguan mental,” ujar Anca.

Namun, H pernah kembali diberikan izin untuk mengajar setelah menunjukkan adanya perubahan sikap.

H telah dinonaktifkan sementara

Munculnya insiden H yang diduga ingin menganiaya siswa SD saat upacara bendera menyebabkan pihak berwajib menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Selain itu, H juga menerima surat resmi dari Dinas Pendidikan dan Budaya yang menyatakan bahwa ia dilarang menjalankan tugasnya sebagai guru sejak 1 Agustus 2025, karena kembali melanggar aturan.

Baja Juga  Ramalan Shio Ular September 2025: Rezeki Tak Terduga dan Peluang Karier Menguntungkan

Peristiwa intimidasi dan dugaan tindakan memegang leher siswa telah kami laporkan kepada pihak berwajib.

Surat sementara yang tidak aktif juga telah kami terbitkan, karena tingkah laku yang bersangkutan tidak menunjukkan sikap seorang guru,” jelas Anca.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Budaya meminta pihak sekolah untuk memberikan bimbingan psikologis kepada siswa yang menjadi korban pencekikan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa serta guru agar tidak ada lagi kejadian yang merugikan atau membahayakan keselamatan mereka di sekolah,” lanjut Anca.

Penyebab Ibu Guru H Ingin Menekan Muridnya

Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah video yang menampilkan seorang guru wanita diduga berusaha menakuti muridnya.

Awalnya, guru perempuan itu terlihat sangat marah saat upacara bendera pada hari Senin akan dimulai, karena tidak semua guru hadir.

Ia menekankan bahwa semua guru seharusnya menghadiri upacara bendera.

Sang guru diduga berencana menjerat siswa SD saat upacara bendera.

“Jika saya tidak mengendus anak-anak ini,” katanya sambil mendekati seorang siswa SD, dilaporkan dari TikTok @aditya_goesto, Minggu (24/8/2025).

Baja Juga  Program, Berani, dan Gerbang Dikonsolidasikan, Gubernur Sulteng: Sudah Sama

Seseorang guru dengan inisial H bahkan mengajak guru yang menggunakan kerudung untuk melaporkannya kepada Bupati.

“Setiap hari Senin, tidak ada guru yang tidak hadir, laporkan kepada bupati,” kata guru itu kepada salah satu rekan guru lainnya yang berusaha melindungi siswanya.

Kondisi di halaman sekolah tiba-tiba memburuk, para guru lainnya terlihat kaget melihat tindakan H.

 

“Tidak bisa begitu, jika tidak …,” lanjutnya.

Ia kembali mendekati seorang siswa dan mengancam akan menjeratnya hingga memicu kekacauan.

Tiba-tiba suasana berubah menjadi kesedihan dan rasa takut dari para siswa.

Terdengar suara siswa yang menangis dan berkeribut, sementara guru lain segera bertindak untuk menghentikan para siswa dan membawanya ke kelas masing-masing.

“Eh, sudah selesai saja,” terdengar ucapan seorang guru dalam video tersebut.

Sementara itu, terlihat seorang guru SD yang marah terus berdiskusi dengan guru lainnya.

Dalam video yang diunggah, digambarkan tindakan seorang guru SD yang menunjukkan sikap arogan.

Banyak netizen meminta agar oknum guru tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa karena dianggap mengalami tekanan mental.

Artikel ini sudah tayang dinews.com

Berita Viral lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *