Gempa Terkini Guncang Sukabumi, Pusat di Darat Menurut BMKG

Gempa Berulang di Jawa Barat, BMKG Melaporkan Kekuatan dan Lokasi

Pada hari Kamis (21/8/2025), wilayah Jawa Barat kembali diguncang oleh beberapa gempa bumi. BMKG Wilayah II mencatat berbagai kejadian gempa yang terjadi dalam rentang waktu yang sama. Setiap gempa memiliki karakteristik sendiri, baik dari segi kekuatan, lokasi pusat gempa, maupun kedalaman.

Gempa di Sukabumi

Gempa pertama terjadi di Sukabumi pada pukul 20.52 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,8. Pusat gempa berada di darat sejauh 13 km Tenggara Kabupaten Sukabumi. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 11 km. Guncangan gempa dirasakan di Jampang, Kabupaten Sukabumi dengan skala MMI II-III. Hal ini menunjukkan bahwa getaran gempa terasa nyata dalam rumah, tetapi tidak menyebabkan kerusakan signifikan.

Gempa di Pangandaran

Sebelumnya, gempa juga terjadi di Pangandaran pada pukul 18.27 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, sejauh 106 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran. Namun, berdasarkan peta yang ditampilkan BMKG, titik pusat gempa bisa disebut berada di selatan wilayah Tasikmalaya. Kedalaman gempa mencapai 27 km. Meski gempa terjadi di laut, pengaruhnya masih terasa di sekitar wilayah Pangandaran.

Baja Juga  Sistem Patahan Baribis Picu Gempa Bekasi, Terpanjang di Jawa dan Ramalan Kepiting Putih

Gempa di Bekasi

Selain itu, gempa juga mengguncang Bekasi pada pukul 18.27 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,1. Pusat gempa berada di darat sejauh 17 km Tenggara Kabupaten Bekasi. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 9 km, sehingga termasuk gempa dangkal. Gempa ini dirasakan oleh masyarakat sekitar, meskipun tidak menyebabkan kerusakan besar.

Skala MMI dan Persepsi Getaran

BMKG menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menilai intensitas getaran gempa. Berikut penjelasan singkat mengenai skala tersebut:

  • I MMI: Getaran tidak terasa kecuali dalam kondisi luar biasa.
  • II MMI: Beberapa orang merasakan getaran, benda ringan bergoyang.
  • III MMI: Getaran terasa nyata dalam rumah.
  • IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang, benda pecah dan jendela berderik.
  • V MMI: Hampir semua orang merasakan getaran, benda terlempar.
  • VI MMI: Semua orang merasakan, plester dinding jatuh.
  • VII MMI: Semua orang keluar dari bangunan, kerusakan ringan terjadi.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, retakan pada bangunan lemah.
  • IX MMI: Kerusakan parah pada bangunan kuat, pipa dalam rumah putus.
  • X MMI: Bangunan kayu rusak, tanah terbelah.
  • XI MMI: Bangunan hancur, jembatan rusak.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah.
Baja Juga  BRI Hadirkan Ratusan UMKM Kuliner di Kampoeng Tempo Doeloe 2025

Langkah-Langkah Saat Gempa Terjadi

Saat gempa terjadi, penting untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan:

  1. Tetap Tenang

    Jangan panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat situasi sekitar dan cari tempat aman.

  2. Di Dalam Rumah

    Cari meja atau benda kokoh untuk berlindung. Lindungi kepala dengan bantal, helm, atau tangan.

  3. Di Luar Ruangan

    Jauhi gedung dan tiang, serta cari area terbuka. Jangan melakukan apa pun karena kemungkinan ada gempa susulan.

  4. Di Kerumunan

    Ikuti petunjuk petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat.

  5. Di Gunung atau Dataran Tinggi

    Pergi ke daerah lapang dan hindari lereng yang rawan longsor.

  6. Di Laut

    Jika gempa terjadi di bawah laut, segera menuju dataran tinggi untuk menghindari tsunami.

  7. Di Dalam Kendaraan

    Pegang erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat lapang dan tunggu sampai gempa reda.

Baja Juga  Harga Tiket Timnas U-23 Indonesia Lawan Laos dan Makau Mulai Rp100.000

Dengan informasi dan langkah-langkah ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *