Fakta Demo di Depan DPR RI: Pelajar Kocar-Kacir dan 15 Orang Ditangkap

Peristiwa Demo 25 Agustus 2025 di Depan Gedung DPR RI

Pada hari Senin, 25 Agustus 2025, terjadi aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Aksi ini berlangsung dengan suasana yang semakin memanas hingga akhirnya berujung pada kericuhan. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berkumpul.

Beberapa peristiwa penting terjadi selama aksi tersebut, yang membuat situasi menjadi lebih rumit dan intens. Berikut adalah fakta-fakta terkait peristiwa demo tersebut:

1. Jurnalis Jadi Korban Kekerasan

Seorang jurnalis foto dari LKBN Antara, Bayu Pratama Syahputra, menjadi korban kekerasan fisik saat menjalankan tugas peliputan. Ia mengatakan bahwa ia berada di barisan belakang polisi untuk menghindari bahaya. Namun, ketika melihat aparat melakukan tindakan keras terhadap massa, ia langsung dipukul oleh oknum aparat.

Bayu mengaku menerima pukulan di kepala dan tangan, tepat di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan gedung DPR. Kameranya juga rusak akibat perlindungan diri dengan menutup kepala menggunakan alat tersebut. Ia mengalami luka memar dan harus mendapatkan perawatan medis.

Baja Juga  Melly Mike Janjikan Penampilan Menggugah di Akhir Pacu Jalur Kuansing

2. Motor Dibakar Saat Aksi Unjuk Rasa

Di sekitar Gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, sepeda motor dibakar oleh massa. Menurut informasi yang diperoleh, motor tersebut dalam kondisi hangus setelah terbakar. Seluruh bodi habis dilalap api, hanya menyisakan rangka besi berwarna hitam pekat. Bau menyengat sisa kebakaran masih tercium kuat di sekitar lokasi.

Selain itu, terlihat sisa-sisa kertas putih yang ikut terbakar berserakan di jalan. Aspal di sekitar titik kebakaran juga dipenuhi bekas arang dan serpihan plastik yang meleleh. Peserta aksi yang ada di lokasi mengatakan bahwa api sangat besar dan membuat massa panik.

3. Pelajar Melompati Pagar Rel Kereta

Banyak peserta aksi yang merupakan pelajar melompati pagar rel kereta di Jalan Palmerah Timur, Jakarta Barat. Mereka melakukan hal ini karena polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi. Sejumlah pelajar memilih melompati pagar rel kereta dan menyeberang ke sisi lain jalan.

Baja Juga  Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 20 September 2025: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Sementara sebagian lainnya tetap berlari ke arah Jalan Tentara Pelajar. Para pelajar yang berlari ke arah Jalan Layang Slipi terus dikejar oleh mobil taktis dan satuan Brimob. Terdengar beberapa ledakan petasan dan tembakan gas air mata dari arah tersebut.

4. 15 Orang Ditangkap oleh Polisi

Polisi berhasil menangkap sebanyak 15 orang selama aksi unjuk rasa. Mereka diamankan saat massa bentrok dengan aparat di gerbang utama kompleks parlemen. Dari jumlah tersebut, empat orang masih berstatus pelajar tingkat SMA/SMK, sedangkan 11 lainnya diduga merupakan anggota kelompok anarko.

Massa yang menamakan diri Seruan Aksi One Piece membawa beberapa tuntutan, seperti pembubaran DPR, pengesahan RUU Perampasan Aset, penolakan komersialisasi pendidikan, serta desakan agar praktik politik dinasti diakhiri.

Baja Juga  Pemadaman Kerumunan di Jakarta Pusat oleh Polisi dan TNI

5. Dua Orang Massa Demo Mengalami Luka Bocor

Dua orang peserta demo terbaring tepat di depan gerbang utama Gedung DPR RI usai dipukul mundur oleh polisi. Salah satu dari mereka mengalami luka bocor di bagian belakang kepalanya akibat lemparan batu. Pemuda tersebut mengalami pendarahan dan segera mendapat pertolongan dari massa aksi yang membawa peralatan medis darurat.

Satu massa aksi lainnya juga tergeletak karena tangan kanannya mengalami dislokasi saat kericuhan terjadi. Mereka kemudian dievakuasi oleh dua orang anggota TNI AD dan mendapat perawatan medis di dalam ambulans. Kedua korban ditandu keluar oleh para relawan dan segera dibawa ke tempat yang lebih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *