Dugaan Korupsi UED-SP Desa Pinggir Tak Kunjung Selesai, Polres Bengkalis Dianggap Gagal

Bengkalis – Dugaan kasus korupsi Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Desa Pinggir masih belum menemukan titik terang. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak kasus ini mencuat, namun hingga kini, tak ada kejelasan mengenai penyelesaiannya. Kinerja Polres Bengkalis dalam menangani kasus ini mulai dipertanyakan oleh masyarakat.

Kasus yang diduga melibatkan sejumlah oknum dalam pengelolaan dana UED-SP ini seharusnya menjadi prioritas penegakan hukum, mengingat besarnya dampak yang dirasakan oleh masyarakat desa. Namun, proses hukum yang berjalan lamban semakin menimbulkan kekecewaan.

Bimo, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Bengkalis, dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dan cepat dari pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan meskipun indikasi kuat penyalahgunaan dana sudah terlihat jelas sejak awal penyelidikan.

Baja Juga  TKD 2026 Dipangkas, Dana Daerah Kotamobagu Terancam Turun Rp 207 Miliar

“Kami sudah bosan menunggu. Kasus ini harus segera diselesaikan, uang yang diduga dikorupsi adalah milik masyarakat. Penegak hukum seharusnya bekerja lebih serius,” ujar salah satu warga Desa Pinggir yang enggan disebutkan namanya.

Desakan dari masyarakat terhadap penyelesaian kasus ini semakin kuat. Mereka berharap kejaksaan dan pihak terkait lainnya dapat segera menuntaskan kasus tersebut agar keadilan dapat ditegakkan.

Akankah kasus ini benar-benar selesai, atau justru akan terus terkatung-katung tanpa penyelesaian? Masyarakat Desa Pinggir masih menunggu jawaban dan tindakan nyata dari Polres Bengkalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *