KALTIM.CO, BALIKPAPAN– Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melalui Tim Kerja Gizi Kesjaor di Bidang Kesehatan Masyarakat bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur serta tim puskesmas terkait melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap balita yang mengalami stunting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan serta pencegahan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemeriksaan tahap awal dilakukan terhadap 42 balita dari Kelurahan Graha Indah dan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Minggu (28/9/2025).
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh ahli anak, yaitu dr. Medina Permatawati, M.Sc, Sp.A, dan dr. Steven Mattarungan, Sp.A.
Serangkaian pemeriksaan mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, pemantauan perkembangan, serta kondisi gizi anak. Di samping itu, orang tua juga menghadiri konsultasi bersama dokter spesialis anak.
Pada pertemuan konsultasi, para orang tua diberikan pemahaman tentang cara memberi makan sesuai dengan usia anak, penyebab stunting, serta akibat jangka panjang yang bisa memengaruhi perkembangan anak.
Pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keluarga dalam membantu kebutuhan nutrisi anak di rumah.
Kegiatan ditutup dengan Focus Group Discussion(Kelompok FGD) yang melibatkan tim Dinkes, IDAI Kaltim, serta puskesmas yang bertanggung jawab.
Forum ini membahas penilaian hasil pemeriksaan serta rencana tindak lanjut agar balita yang diketahui mengalami stunting mendapatkan intervensi yang tepat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menekankan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan anak secara maksimal, khususnya pada masa emas 1.000 hari pertama kehidupan.
“Pemeriksaan tambahan ini penting guna memastikan setiap anak di Balikpapan tumbuh dengan sehat dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, DKK Balikpapan berharap kerja sama antar sektor semakin erat.
Dengan bantuan tenaga kesehatan, pusat kesehatan masyarakat, serta partisipasi aktif dari orang tua, tingkat stunting di Balikpapan diharapkan terus menurun. Anak-anak yang sehat dan tangguh dianggap sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.(*)




