Hasil Pemeriksaan Medis Prada Lucky Chepril Saputra Namo
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo di Kabupaten Nagekeo akhirnya mengungkapkan hasil pemeriksaan medis terhadap Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere yang diduga dianiaya oleh 20 oknum seniornya. Menurut informasi yang diperoleh, Prada Lucky meninggal dunia di Ruang ICU RSUD Aeramo pada Rabu (6/8/2025), setelah sempat dirawat sejak tanggal 2 Agustus 2025.
Direktur RSUD Aeramo, dr. Candrawati Saragih, menjelaskan bahwa Prada Lucky masuk ke IGD rumah sakit tersebut pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 15.30 Wita. Pagi harinya, ia dibawa ke Puskesmas Danga oleh empat orang rekannya dan berada di puskesmas tersebut selama sekitar satu jam lebih untuk mendapatkan pemeriksaan.
Meski tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang membawa Prada Lucky saat masuk ke IGD, dr. Candrawati mencoba mengonfirmasi informasi tersebut melalui salah satu dokter yang menangani pasien tersebut, yaitu dr. KND. Namun, hingga saat ini, dokter tersebut belum merespons pesan WhatsApp yang dikirimkan.
Dari hasil pemeriksaan medis yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, Prada Lucky didiagnosis dengan kondisi seperti asidosis metabolik berat, trauma thorax, contusi pulmonum, trauma tumpul abdomen hemodinamik stabil, cellulitis extrmitas superior dan inferior, AKI, uremic syndrome, serta anemia. Selain itu, Prada Lucky juga dilaporkan mengalami lemas, pucat, dan nyeri pada bagian dada, tangan, dan kaki.
Menurut laporan dari rekan-rekannya yang mengantar Prada Lucky ke IGD, ia jatuh dari bukit setinggi lima meter. Laporan ini sama dengan yang disampaikan saat Prada Lucky dibawa ke Puskesmas Danga pagi hari. Dr. Candrawati menyebut bahwa informasi ini berasal dari cerita teman dokter yang bertugas di IGD waktu itu.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima kartu nama dari LPSK atau Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban pasca kejadian tersebut. Meski tidak dapat memberikan detail lengkap tentang penyebab sembilan diagnosis tersebut, dr. Candrawati memastikan bahwa pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi Prada Lucky.
Prada Lucky dipindahkan ke ruang ICU pada tanggal 4 Agustus 2025 karena kondisinya memburuk. RSUD Aeramo juga berencana merujuknya ke rumah sakit lain dengan peralatan medis yang lebih lengkap. Namun, sebelum proses rujukan dilakukan, Prada Lucky meninggal dunia di ICU.
Aktivitas Prajurit di Yonif TP 834/Wakanga Mere
Mediapresisi.com – juga sempat mengunjungi Marshaling Area Yonif TP 834/WM di Kampung Lego, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa. Di lokasi tersebut, terlihat ratusan prajurit muda sedang menjalankan aktivitas masing-masing. Beberapa dari mereka duduk bercengkerama bersama teman-temannya, sementara puluhan lainnya tengah mengerjakan kandang ayam. Beberapa prajurit juga sedang mendapat arahan dari senior mereka.
Semakin sore, ratusan prajurit muda itu mulai melaksanakan kegiatan olahraga, seperti lari, bermain bola volly, dan sepakbola. Ada juga yang hanya duduk di ruangan besar yang digunakan sebagai kamar tidur untuk ratusan prajurit tersebut. Beberapa anak-anak di Kampung Lego tampak menonton dari luar pagar aktivitas yang dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI AD tersebut.
Di tempat tersebut, beberapa prajurit yang bertugas piket hari itu terlihat menerima arahan dari senior mereka. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa yang mengantar Prada Lucky baik ke Puskesmas Danga maupun RSUD Aeramo merupakan dokter di Batalyon TP 834/Wakanga Mere.




