Daeng Sarring Curhat ke Mensos Soal Pembakaran DPRD Makassar

Keluarga Korban Pembakaran Kantor DPRD Makassar Berharap Dukungan Penuh dari Pemerintah

Saharuddin Daeng Sarring, ayah dari Budi Haryadi, salah satu korban pembakaran kantor DPRD Kota Makassar, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi dan masa depan putranya. Saat ini, Budi masih menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Primaya. Ia berbicara dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan yang berlangsung di rumah duka, bersama perwakilan keluarga korban lainnya.

Saharuddin menyampaikan harapan kepada pihak berwenang agar tetap memberikan perhatian kepada anaknya, meskipun proses pemulihan akan memakan waktu cukup lama. “Jika Tuhan mengizinkan (anak saya) selamat dari kritis, maka pemulihan ini butuh proses panjang. Setelah keluar dari rumah sakit, bagaimana kelanjutannya?” tanyanya dengan nada khawatir.

Baja Juga  Jalan Tol Kota Dialihkan Akibat Demo Ricuh di Depan DPR

Budi Haryadi merupakan tulang punggung keluarga yang memiliki dua anak kecil. Kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan, karena biaya hidup dan pendidikan anak-anaknya juga menjadi beban berat. Meski pengobatan Budi saat ini dijamin oleh BPJS Kesehatan, Saharuddin berharap ada dukungan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Budi bekerja sebagai Anggota Satpol PP yang diperbantukan di Kantor Kecamatan Tallo sejak 2016. Statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu membuatnya harus mencari tambahan penghasilan. Salah satunya adalah menjadi pengemudi ojek daring (Ojol) Grab.

Kondisi Budi saat ini masih belum sepenuhnya sadar, meski terdapat peningkatan. Ia sesekali bisa berbicara, namun tidak semua orang dikenalnya. Kaki dan tubuhnya dalam kondisi baik, namun luka di kepala masih menjadi masalah utama. Sampai saat ini, belum ada permintaan untuk merujuk ke rumah sakit lain. Semua keputusan diserahkan sepenuhnya kepada pihak medis. Saharuddin memohon doa agar Budi segera pulih.

Baja Juga  Penjualan Toyota Global Naik 2,2 Persen di Agustus 2025, Didorong Hybrid dan Pasar Amerika

Kejadian pembakaran kantor DPRD Makassar terjadi pada Jumat (29/8) malam. Saat itu, Budi nekat melompat dari lantai atas gedung saat api mulai membakar ruangan. Pada awalnya, korban sempat dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit, namun informasi tersebut ternyata tidak benar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemerintah memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi seluruh korban. Termasuk memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk masing-masing korban yang meninggal dan Rp5 juta untuk setiap korban luka. Selain itu, ada program rehabilitasi dan pemberdayaan sosial yang ditujukan untuk membantu para korban dan keluarganya.

Pertemuan ini dilakukan di rumah duka Dandi, salah satu korban yang merupakan pengemudi ojek daring. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial didampingi oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada para korban.

Baja Juga  Profil Choi Joon Hyuk, Suami Jun Ji Hyun yang Menyimpan Rahasia sebagai CEO

Dari kejadian tersebut, BPBD Makassar melaporkan delapan korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, yaitu Syaiful Akbar Plt Kasi Kesra Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Sarinawati, dan Muhammad Akbar Basri sebagai staf Sekretariat DPRD Makassar. Lima korban lainnya mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *