MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi incaran investor asing dalam perdagangan minggu ini, yaitu 11-15 Agustus 2025. Terdata investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada BBCA dalam satu minggu terakhir.
Broker JP Morgan Sekuritas mencatatkan pembelian bersih tertinggi dari investor asing untuk BBCA dalam seminggu sebesar Rp 1,12 triliun. Selain itu, broker CLSA Sekuritas juga mencatatkan pembelian bersih BBCA dari investor asing sebesar Rp 789,93 miliar.
Pada perdagangan Jumat (15/8/2025) kemarin, saham BCA turun sebesar 0,85% menjadi Rp 8.700. Namun, dalam seminggu terakhir, harga saham BBCA naik 4,82% dibandingkan Rp 8.300 dari pekan sebelumnya.
Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) melaporkan laba bersih sebesar Rp 14,9 triliun pada kuartal kedua tahun 2025 (+6% dibanding tahun lalu, +5% dibanding kuartal sebelumnya). Angka ini membuat laba bersih selama semester pertama 2025 mencapai Rp 29 triliun (+8%), sesuai dengan perkiraan (50% dari estimasi pendapatan 2025F konsensus dibandingkan 49% realisasi 2024).
Target Harga Saham
“Secara umum, kinerja di 2Q25 dan 1H25 tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan kinerja 1Q25, tetapi lebih menekankan pada aspek kualitas kredit,” demikian pernyataan ulasan Stockbit Sekuritas yang dikutip pada Kamis (31/7/2025).
Di sisi lain, Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba BBCA meningkat sebesar 8% secara tahunan pada semester pertama 2025, dengan ROE tetap stabil di angka 23%. Manajemen menyesuaikan perkiraan biaya kredit menjadi 0,3% hingga 0,5% (dibandingkan 0,3% sebelumnya) untuk tahun fiskal 2025 sebagai langkah pencegahan.
“Kenaikan kredit tetap stabil seiring upaya bank dalam menciptakan komposisi aset yang lebih baik, sementara rasio NPL dan perkembangan LAR terus menunjukkan peningkatan positif meskipun adanya fluktuasi makro,” kata Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest, Kamis (31/7/2025). Mandiri Sekuritas tetap memberikan rekomendasi beli saham BCA (BBCA) dengan target harga Rp 11.000. ***



