-MEDAN.COM,- Hari Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W jatuh pada tanggal 5 September 2025.
Ada sejumlah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Muslim Indonesia dalam menyambut Maulid Nabi 2025.
Berbagai macam kegiatan dapat dilakukan, seperti berdoa bersama, membaca salawat, atau Alquran di masjid.
Terdapat pula kegiatan lain seperti memberi makan anak-anak yang kehilangan orang tua.
Karena itu, Nabi Muhammad S.A.W pernah menyampaikan pesan agar selalu memperhatikan anak yatim.
Siapa saja yang memberi makan anak yatim, maka ia akan masuk ke dalam surga.
Tidak hanya itu saja, hadiah lain yang dapat diperoleh oleh mereka yang memberi makan dan merawat anak yatim adalah kelancaran dalam kehidupan serta kemudahan dalam rezeki.
Libur Nasional di Bulan September Tahun 2025
Di dalam kalender Masehi, hari libur nasional hanya terdapat satu, yaitu Maulid Nabi 2025.
Selain itu, tidak ada lagi hari libur nasional maupun cuti bersama.
Yang tersedia, hanya libur panjang.
Karena tanggal 5 September 2025 jatuh pada hari Jumat, maka kemungkinan libur panjang terbuka lebar.
Setelah hari Jumat, tiba hari Sabtu tanggal 5 September 2025, diikuti oleh hari Minggu tanggal 10 September 2025.
Ini kesempatan libur panjang pada bulan September.
Jika seseorang bertanya tentang hari libur nasional di bulan September 2025 selain Maulid Nabi Muhammad, maka jawabannya jelas tidak ada.
Demikian pula dengan libur bersama.
Pemerintah belum mengubah atau menambahkan tanggal libur bersama dalam kalender bulan September tahun 2025.

Libur Akhir Pekan
Jika melihat kalender bulan September 2025, hari libur akhir pekan tetap sama seperti biasanya.
Di bulan ini, libur akhir pekan pada hari Minggu terjadi sebanyak empat kali.
Sedangkan tanggal hari libur nasional tersebut adalah:
- Minggu, 7 September 2025
- Minggu, 14 September 2025
- Minggu, 21 September 2025
- Minggu, 28 September 2025
Soal Maulid Nabi Muhammad
Perayaan Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.
Secara etimologis, istilah “maulid” mengacu pada “hari kelahiran.”
Sementara secara istilah, Maulid Nabi diartikan sebagai perayaan dan ekspresi rasa terima kasih serta cinta umat Islam terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dipandang sebagai berkah bagi seluruh alam semesta.
Perayaan Maulid Nabi umumnya diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti membaca shalawat, zikir, ceramah mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama.
Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengingat dan meniru sifat baik Nabi Muhammad yang dianggap sebagai teladan terbaik dalam hal etika, sosial, dan spiritual.
Asal usul perayaan Maulid Nabi telah dikenal sejak masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah pada abad ke-8 Masehi, dan berkembang menjadi tradisi yang tetap dilestarikan dalam masyarakat Muslim hingga saat ini.
Meskipun sebagian pihak menolak perayaan ini dengan alasan bid’ah, banyak ulama memandangnya sebagai tradisi yang baik dan memberikan banyak manfaat serta pahala.(ray/-medan.com)
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti pula informasi lainnya diFacebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Medan




