Massa Aliansi Balikpapan Melawan Menggelar Aksi Protes di Halaman Kantor Wali Kota
Massa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan membanjiri halaman Kantor Wali Kota Balikpapan pada Senin (25/8/2025). Mereka menolak keras kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai mencekik rakyat kecil. Ironisnya, Wali Kota Rahmad Mas’ud yang sejak jauh hari diminta hadir menemui massa justru tidak berada di Balikpapan. Belakangan diketahui, ia sedang berada di luar kota, khususnya di Sulawesi.
Ketidakhadiran Rahmad Masud membuat pihak demonstran kecewa, bahkan mereka nekat membuka opsi tidur di kantor pemerintahan Balikpapan. Berikut adalah 14 fakta penting dari aksi demonstrasi tersebut:
Wali Kota Tidak Hadir, Janji Pertemuan Diundur
Saat menemui massa aksi, Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Zulkifli, menyampaikan bahwa Wali Kota tidak dapat hadir langsung. “Saya sudah menghubungi Pak Wali Kota. Beliau tidak bisa untuk langsung hadir menemui adik-adik mahasiswa,” ujar Zulkifli. Sebagai tindak lanjut, pemerintah dan massa aksi menyepakati pertemuan baru pada Jumat jam 10.00 Wita.Massa Menolak Penyampaian Aspirasi Secara Terbatas
Humas Aliansi Balikpapan Melawan, Khair Rifan, menyayangkan sikap pemerintah yang hanya mengizinkan dua orang perwakilan dari tiap organisasi masuk ke kantor. Dia menilai ini tidak cukup untuk menyampaikan aspirasi secara maksimal. “Mari kita menundukkan kepala dan mengheningkan sejenak,” ujarnya.Polisi Siaga Penuh dengan Pendekatan Humanis
Personel Sat Samapta Polresta Balikpapan menjaga stamina agar tetap siaga selama pengamanan aksi unjuk rasa. AKP Much Chusen menegaskan pentingnya menjaga kesiapan fisik bagi setiap anggota yang bertugas. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif untuk menjaga suasana tetap kondusif.Wawali Ajak Masyarakat Bersikap Konstruktif
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengimbau masyarakat untuk bersikap konstruktif dalam menyampaikan aspirasi. “Jangan mengkritik tanpa solusi. Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan kontrol sosial disertai solusi yang dapat kita diskusikan bersama,” ujarnya.Lima Tuntutan Utama Massa Aksi
Massa aksi menolak kenaikan PBB serta menyuarakan berbagai persoalan kota seperti kelangkaan air bersih, banjir, lalu lintas, dan beras oplosan. Mereka juga meminta penyelesaian masalah gas subsidi dan kecelakaan lalu lintas.Wali Kota Sedang Berada di Luar Kota
Wakil Wali Kota Bagus Susetyo menjelaskan bahwa Wali Kota Rahmad Mas’ud sedang berada di Sulawesi. “Beliau ada di Sulawesi, bukan di luar negeri. Sejak dua hari yang lalu ada di luar kota bersama keluarga,” jelas Bagus di hadapan peserta aksi.Aliansi Balikpapan Melawan Kritik Kebijakan PBB
Aliansi Balikpapan Melawan menolak kenaikan PBB dan menyuarakan isu-isu penting lainnya. Mereka mendesak pemerintah menindaklanjuti isu banjir, kelangkaan air bersih, perbaikan lalu lintas, dan masalah beras oplosan.Emak-emak Serikat Buruh Marah karena Listrik Diputus
Ketegangan terjadi ketika massa aksi kehilangan akses listrik untuk pengeras suara usai istirahat siang. Salah satu demonstran, Farah Devi dari Serikat Buruh, marah dan menuntut fasilitas listrik agar aksi bisa berjalan lancar.Massa Menilai Pemkot Balikpapan Arrogan
Massa menilai pemerintah tidak boleh bersikap arogan dan harus bersedia mendengar aspirasi warga. “Bapak gajinya dari kami. Siapa di sini yang bertanggung jawab? Saya mau tahu orangnya yang melarang siapa,” ujarnya di hadapan aparat yang berjaga.Longmarch Dikawal Mobil Komando
Aliansi Balikpapan Melawan melakukan longmarch dari simpang Plaza Balikpapan menuju Kantor Pemkot Balikpapan. Barisan paling depan membentangkan spanduk yang bertuliskan aspirasi untuk membatalkan kenaikan PBB.Kibarkan Bendera One Piece
Massa aksi demo hari ini, Aliansi Balikpapan Melawan berjalan sambil membawa bendera One Piece dan spanduk bertuliskan pembatalan kenaikan PBB.Polresta Balikpapan Janji Kedepankan Cara Persuasif
Kabag Ops Polresta Balikpapan, Kompol Jajat Sudrajat, menyampaikan bahwa total ada sekitar 250 personel yang diterjunkan dalam pengamanan aksi tersebut. Penanganan dilakukan secara persuasif dan tenang.Pemkot Tunda Kenaikan PBB, tapi Masalah Belum Selesai
Keputusan Walikota Balikpapan, Rahmad Masud menunda kenaikan PBB menurut Aliansi Balikpapan Melawan tidak menyelesaikan akar masalah. Koordinator Lapangan Aliansi, Hendrikus, menyoroti kenaikan NJOP yang terlalu drastis dan tidak transparan.Transparansi Kenaikan PBB Disorot
Ketua Peradi Balikpapan, Piatur Pangaribuan, menilai kebijakan pemerintah untuk menaikkan PBB tidak masuk akal dan menyesatkan. Ia mengatakan kenaikan harus dibatalkan, bukan hanya ditunda, karena berpotensi digugat secara hukum. Ekonom Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, juga menilai kebijakan tersebut terlalu membebani warga, terutama di tengah pemulihan ekonomi.




