Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bengkalis: Skandal Besar yang Dibelit Misteri

Bengkalis – Rumah Pergerakan Pemuda (RPP), sebuah inisiatif pemuda yang digagas oleh Herbet Ginting, turut angkat bicara terkait penangkapan ratusan kilo narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah Bengkalis, tepatnya di Kelapa Pati. Herbet Ginting, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD KNPI Kabupaten Bengkalis, menyuarakan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkoba di daerah ini.

“Kita khawatir muncul dugaan dugaan di mayarakat bagaimana jalur distribusi narkoba di Bengkalis bisa masuk dengan begitu masif,” tegas Herbet dalam pernyataannya, Sabtu (04 01 2025).

Menurut Herbet Ginting, penangkapan narkoba jenis sabu dalam jumlah besar ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak, terutama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Bengkalis yang merupakan wilayah strategis dekat dengan jalur internasional menjadi titik rawan penyelundupan narkoba.

Dorongan Penyelidikan Menyeluruh Herbet mendesak aparat untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan. “Kita tidak bisa hanya menangkap barang bukti tanpa mengungkap jaringan besar di balik peredaran ini. Siapa yang mengendalikan, siapa yang terlibat, dan bagaimana barang ini bisa lolos hingga ke Bengkalis?” ujarnya.

Baja Juga  Pekerja PT Bukit Apit Ditemukan Meninggal, Herbet Ginting Soroti Sistem Keamanan Perusahaan

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. “Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tugas kita bersama sebagai masyarakat,” tambah Herbet.

Peran Pemuda dalam Pencegahan Narkoba Sebagai pemimpin Rumah Pergerakan Pemuda, Herbet mengajak para pemuda di Bengkalis untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran narkoba. “Pemuda harus mengambil peran aktif, baik melalui edukasi, kegiatan positif, maupun kerja sama dengan pihak terkait untuk menghalau peredaran barang haram ini,” jelasnya.

Penangkapan ratusan kilogram sabu ini merupakan salah satu kasus terbesar di Bengkalis dalam beberapa tahun terakhir. Informasi terkait penangkapan ini awalnya didapat dari laporan warga Kabupaten Bengkalis yang Tinggal di Wilayah tersebut namun tidak adak pemberitaan. Namun, kasus ini juga membuka pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan di wilayah perbatasan dan kurangnya keterbukaan informasi dari pihak berwenang terkait penanganan kasus ini. Pihak Polres Bengkalis Iptu Hasan Basri juga membenarkan ada nya penangkapan tersebut saat di konfirmasi melalui selular.

Baja Juga  Pemerintah Gagal Berhentikan Program Makanan Bergizi Gratis

Herbet Ginting berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan dan penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Dugaan Tidak Ada Press Rilis dari Polres Bengkalis Herbet Ginting juga mempertanyakan dugaan tidak adanya press rilis resmi dari Polres Bengkalis terkait penangkapan besar ini, meskipun kejadian ini sudah berlangsung tahun lalu pada 2024. “Kenapa kasus sebesar ini seperti terbungkam? Masyarakat perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa langkah yang diambil oleh pihak berwenang,” ungkapnya.

RPP dan Komitmen Melawan Narkoba RPP di bawah kepemimpinan Herbet Ginting terus berkomitmen untuk melawan peredaran narkoba di Bengkalis. Program-program yang melibatkan generasi muda, mulai dari diskusi publik hingga kegiatan sosial, diharapkan dapat menjadi alternatif positif bagi masyarakat.

Baja Juga  Herbet Ginting: "Tindakan Oknum Polisi Polres Sampang Harus Diusut Tuntas"

“Kita tidak boleh kalah dalam perang melawan narkoba. Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk melindungi generasi mendatang dari ancaman yang menghancurkan ini,” pungkas Herbet.

Penangkapan ini, meski memberikan angin segar dalam pemberantasan narkoba, juga menuntut langkah lanjutan yang lebih serius. Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan Bengkalis menjadi wilayah yang bebas dari jeratan narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *