Persaingan Hukum Memanas: Song Ha-yoon dan Penuduh Saling Laporkan Tuduhan Perundungan Sekolah

Perselisihan Hukum yang Memanas antara Aktris Song Ha-yoon dan Korban Perundungan Masa Lalu

Perselisihan hukum antara aktris Song Ha-yoon dan individu yang mengaku sebagai korban perundungan sekolahnya kini semakin memanas. Kedua belah pihak saling mengajukan gugatan baru, sehingga situasi ini terus memicu perhatian publik.

Individu yang dikenal dengan inisial A, yang mengaku sebagai korban kekerasan di masa lalu, telah menulis unggahan berjudul “Saya adalah korban perundungan dan penyerangan Song Ha-yoon.” Dalam tulisan tersebut, A menyebut bahwa unggahan ini merupakan cuplikan dari pernyataan keempat yang akan dirilis pada Senin mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa A memiliki rencana untuk terus melanjutkan pengungkapan informasi mengenai dugaan perundungan yang dialaminya.

Dua hari sebelumnya, terungkap bahwa Song Ha-yoon telah mengajukan gugatan tambahan pada 22 Juli. Dalam gugatan tersebut, ia menuduh A melakukan pencemaran nama baik, penipuan yang menghambat pekerjaan, serta intimidasi. Gugatan ini menjadi langkah balik dari Song setelah A mulai mengungkapkan dugaan-dugaan tersebut secara publik.

Baja Juga  10 Weton Penuh Berkah yang Diprediksi Rezeki Melimpah Setelah Malam Satu Suro

A, yang dikabarkan tinggal di Amerika Serikat, mengatakan bahwa ia berencana segera kembali ke Korea untuk menghadapi pemeriksaan polisi. Dalam pesan panjang yang dipublikasikan secara online, A menuduh bahwa Song tiba-tiba mengubah strategi hukumnya. Menurut A, setelah 12 bulan bungkam, pihak Song mengajukan gugatan pidana pada Maret. Penyelidikan dihentikan pada Mei, tetapi pada Juli, Song tiba-tiba melabeli A sebagai buronan dan tersangka, serta mengajukan gugatan tambahan atas tuduhan palsu.

A juga menyatakan bahwa ia akan melakukan pembelaan hukum yang sistematis. Ia berargumen bahwa dokumen terkait dugaan pemindahan paksa sekolah Song bukanlah “tidak ada,” melainkan ditahan karena alasan privasi. A menegaskan bahwa keputusan administratif mengakui bahwa dokumen tersebut memang ada. Jika tidak pernah ada pemindahan paksa, seharusnya putusannya “tidak ada.”

Selain itu, A menyatakan bahwa ia berniat mengajukan gugatan balik terhadap Song atas tuduhan palsu, pencemaran nama baik karena penyebaran informasi bohong, dan pemaksaan. Ia juga berencana melaporkan tim kuasa hukum Song atas dugaan pencemaran nama baik bersama, pencemaran nama baik melalui publikasi, dan pelanggaran etika advokat.

Baja Juga  Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Hari Ini: Keberuntungan, Cinta, Keuangan, Karier, dan Kesehatan

Mengaku sebagai warga negara AS keturunan Korea, A menegaskan bahwa kasus ini sudah menarik perhatian resmi. Departemen Luar Negeri AS menganggap kasus A bukan sekadar sengketa pribadi, tetapi isu pelanggaran hak konstitusional terkait due process baik di Korea maupun Amerika Serikat.

A juga menambahkan bahwa awalnya ia menginginkan penyelesaian damai. Meski Song dan firma hukumnya berusaha membingkai A sebagai kriminal dan menghancurkannya secara sosial, A bahkan memberi mereka kesempatan keluar secara terhormat. Namun, mereka justru mengabaikan itikad baik A, menuntut pengakuan dan permintaan maaf palsu, dan ketika A menolak, mereka mengajukan gugatan tambahan. A menilai hal ini sebagai balas dendam terorganisir terhadap whistleblower — pada dasarnya pembunuhan sosial.

Permasalahan ini bermula dari kemunculan A di program JTBC Spotlight on Cases pada April 2023, di mana ia menuduh bahwa saat duduk di kelas dua SMA, ia dipukul berkali-kali selama 90 menit oleh seorang senior berinisial S, yang belakangan diungkap sebagai Song Ha-yoon. A juga mengklaim bahwa Song dipaksa pindah sekolah akibat terlibat kasus perundungan lain. Namun, agensi Song secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Baja Juga  Daeng Sarring Curhat ke Mensos Soal Pembakaran DPRD Makassar

Pada 2 Juli, lebih dari setahun setelah tuduhan pertama kali muncul, pihak Song menyatakan telah mengumpulkan banyak bukti yang membuktikan klaim A adalah palsu dan telah mengajukan gugatan pidana. “Song Ha-yoon tidak pernah melakukan kekerasan terhadap A saat SMA dan tidak pernah dipindahkan secara paksa karena perundungan. Kami telah menyerahkan catatan lembaga publik, pernyataan yang sudah dinotaris, serta bukti pendukung kepada penyidik untuk membuktikan klaim tersebut tidak benar,” kata kuasa hukum Song.

Isu perundungan sekolah ini muncul setelah Song mendapatkan sorotan publik lewat penampilannya dalam drama hits tvN tahun 2024, Marry My Husband.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *