BNN RI dan UI Umumkan Temuan Studi Budaya dan Kriminologi di 14 Wilayah Rawan Narkoba

NEWS.COM, JAKARTA– Tim peneliti dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (Puska-Budaya) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) serta Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, mempresentasikan temuan Studi Kualitatif Budaya dan Kriminologis di 14 lokasi berisiko narkoba di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (10/10/2025).

Penelitian ini dilaksanakan sebagai bagian dari penyusunan Penelitian Kualitatif 7 Wilayah Pesisir dan Perbatasan yang Rentan Narkoba, yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Deputi Bidang Pencegahan bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, mengungkapkan rasa apresiasi terhadap kerja sama antara BNN dan UI yang telah berlangsung sejak tahun 2020 lalu.

Baja Juga  Shio Beruntung Dapat Rezeki di Agustus 2025

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan institusi akademis sangat penting dalam memperkuat dasar ilmiah dalam menentukan arah kebijakan.

Kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti UI memperkuat keterkaitan antara para praktisi dan peneliti. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai cara serta dampak ekonomi dan politik dari penggunaan narkoba di kawasan pesisir,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Bidang Pencegahan BNN RI, Zainul Muttaqien, menjelaskan bahwa penelitian ini berawal dari Indeks Kerawanan Narkoba Nasional yang dipetakan oleh BNN bersama dengan unit terkait.

Penelitian ini dilaksanakan secara objektif dengan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan studi kriminologi dan budaya setempat.

Ketua tim peneliti dari Universitas Indonesia, Dr. Junaidi, S.S., M.A., mengucapkan terima kasih kepada BNN atas kepercayaan yang diberikan dalam menjalankan studi ini.

Baja Juga  Tujuh Weton dengan Hati Emas, Rezeki dan Berkah Tak Terbatas

Mereka berharap temuan penelitian ini mampu memberikan wawasan yang lebih segar dalam memahami pergerakan penggunaan narkoba di tingkat masyarakat.

“Penelitian ini mencakup bidang ilmu kriminologi dan budaya. Kami berharap hasilnya dapat memberikan manfaat serta membuka perspektif baru terhadap isu narkoba, bukan hanya dari segi lokasi, tetapi juga dari sisi perilaku, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Penelitian ini dilaksanakan di 14 daerah prioritas yang rentan terhadap narkoba, berada di 7 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Penelitian dilaksanakan sejak akhir Juli 2025 dengan menggunakan pendekatan kriminologi kualitatif untuk mengkaji tiga aspek risiko narkoba dalam masyarakat: aspek statis, aspek dinamis, dan aspek penggerak.

Baja Juga  Vidi Aldiano Diarahkan Deddy Corbuzier Usai Tampil, Kondisi Kesehatan Mengharukan

Penyelesaian hasil penelitian dijadwalkan akan dilaksanakan pada 24–25 Oktober mendatang, dan hasilnya akan segera diterbitkan dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *