Ayu Puspita Dalang Penipuan WO Resmi Ditahan, Ini Nasib 4 Tersangka Lainnya
Ringkasan Berita:
- Pemilik WO Ayu Puspita ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan resmi ditahan.
- Dalam penangkapan tersebut, 4 tersangka lainnya turut ditahan.
- Ayu Puspita diduga menipu lebih dari 50 orang untuk jasa WO.
mediapresisi.com – Pemilik WO Ayu Puspita ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan resmi ditahan di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa, (9/12/2025).
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kombes Pol Bhudi Hemanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Dalam kasus ini, empat orang lainnya turut diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Tersangka A dan D, ditahan di Polres Metro Jakarta Utara,” ucap Kombes Pol Bhudi Hermanto, dikutip mediapresisi.comdari Kompas.com.
Sementara tiga tersangka lainnya ditangani oleh Polda Metro Jaya karena lokasinya berada di luar Jakarta Utara.
Tersangka lainnya diketahui Hendra Everyanto yang merupakan suami Ayu Puspita, Budi Daya Putra selaku general manager WO by Ayu Puspita, serta Reifa Rostyalina, yang disebut sebagai tangan kanan Ayu Puspita dalam menjalankan WO.
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita
Sebelumnya diberitakan, dugaan penipuan besar-besaran oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita viral di media sosial.
Kasus ini pertama kali terendus setelah resepsi di Koja, Jakarta Utara, berantakan total karena hidangan tak kunjung datang.
Dari satu acara gagal, polisi kemudian menemukan bahwa modus serupa dialami ratusan pasangan lain.
Insiden terjadi saat resepsi pernikahan yang digelar di Pelindo Tower, Rawabadak Utara, Sabtu (6/12/2025).
Meski biaya resepsi Rp 82,7 juta sudah dilunasi ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti, pihak WO tidak menyediakan hidangan seperti yang dijanjikan.
“Ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, Senin (8/12/2025) dikutip dari Tribun Jakarta.
Kasus ini langsung dilaporkan melalui LPB/2334/XII/2025/Resju/PMJ oleh korban berinisial SOG.
Lima Orang Ditangkap, Ratusan Korban Menggeruduk Rumah Pelaku
Polisi mengamankan lima orang terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana WO, yakni:
APD (Ayu Puspita Dinanti) – Direktur WO
HE, BDP, DHP, dan RR – staf operasional
“Pihak wedding organizer tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Kompol Onkoseno.
Sementara itu, puluhan korban yang mengetahui kasus ini viral langsung mendatangi kediaman Ayu Puspita di Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (7/12/2025).
Massa yang mencapai 200 orang sempat memanas hingga Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, turun menenangkan situasi.
“Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” ujarnya.
Pelaku kemudian diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.
Modus Sistematis: Paket Murah, Janji Lengkap, Eksekusi Nol
Dari penyelidikan dan laporan para korban, muncul pola penipuan seragam:
Menawarkan paket pernikahan ekonomis dengan fasilitas lengkap (dekor, katering, venue, dokumentasi).
Menerima pembayaran penuh atau DP besar.
Pada hari H, katering tidak datang, vendor menghilang, dan komunikasi diputus.
Untuk acara yang belum berlangsung, janji revisi dan alasan teknis terus diberikan hingga mendekati hari H.
Bahkan, ada laporan bahwa dana yang dihimpun digunakan pelaku untuk beli rumah mewah dan liburan ke luar negeri.
Viral dari TikTok, Terbongkar 230 Pengantin Jadi Korban
Kasus ini meledak setelah seorang perias membagikan video acara pernikahan yang berantakan di TikTok. Kolom komentar video itu langsung dibanjiri keluhan dari pasangan lain yang mengalami hal serupa di hari yang sama.
Salah satu korban, Tamay (26), mengatakan:
“Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya.”
Korban lain, Akmal, mengaku pemilik WO sempat dibawa ke Polda Metro Jaya namun dibebaskan setelah mengaku bernegosiasi.
Para korban kemudian membuat grup WhatsApp khusus, mencatat kerugian, dan menyamakan laporan. Hingga Minggu siang:
230 pasangan tercatat sebagai korban
Kerugian ditaksir Rp 15-16 miliar
“Total kerugian yang udah kami hitung 15-16 miliar,” kata Tamay.
Polisi Dalami Kasus dan Kumpulkan Bukti
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz menegaskan proses hukum masih berjalan.
“Betul kami tangani. Saat ini proses masih berjalan,” ujarnya.
Barang bukti yang diamankan antara lain:
Bukti transfer
Percakapan WhatsApp
Data catering
Panduan acara pernikahan
Polres Metro Jakarta Utara dan Jakarta Timur kini berkolaborasi untuk mempercepat penanganan kasus agar transparan dan profesional.
Alamat dan Profil Singkat Pelaku
Ayu Puspita dikenal sebagai pengelola WO yang menawarkan paket lengkap dengan harga kompetitif. Kantor operasionalnya berada di:
Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur
Dari informasi yang beredar, uang ratusan pasangan calon pengantin itu diduga digunakan untuk:
Membeli rumah mewah
Jalan-jalan ke luar negeri
Ratusan pasangan yang menabung bertahun-tahun untuk hari bahagia kini harus menghadapi kerugian yang tak sedikit.
(*)




