Akses Aceh Mulai Terbuka, Warga Terisolasi Bangun Helipad Mandiri Tunggu Bantuan

Mediapresisi.com – Seluruh jalur utama di Provinsi Aceh yang terputus total akibat bencana banjir dan longsor, kini mulai bisa ditembus oleh kendaraan roda empat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengata­kan, sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur Sumatra Utara ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang dengan kecepatan terbatas, menyusul upaya pembukaan jalur sebagai respons bencana banjir dan longsor.

“Targetnya besok pagi (hari ini), jalur tersebut sudah dapat dilalui 100%. Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa 2 Desember 2025.

Dia menyebutkan, sejumlah alat berat Dinas Pekerjaan Umum terus berusaha menyingkirkan material be­rupa tanah, lumpur dan puing lainnya yang sebelumnya menutup akses. Namun, terdapat jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah dengan akses terbatas. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus mempercepat perbaikan infrastruktur vital tersebut.

BNPB mencatat, korban tewas da­lam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bertambah menjadi 712 orang per Selasa 2 Desember 2025 sore. Sementara itu, jumlah korban hilang sebanyak 507 orang di tiga provinsi terdampak tersebut. Jumlah warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar menembus 3,3 juta jiwa.

Baja Juga  IDAI Bergerak Cepat! Bantuan Kesehatan untuk Anak-Anak Korban Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatera

Putus asa

Sementara itu, warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah berinisiatif membuat helipad mandiri. Tujuannya, agar helikopter dapat mendarat membawa bantuan ke desa mereka yang juga terdampak bencana banjir dan longsor.

“Kami berharap, dengan adanya pembuatan helipad ini ada harapan kami untuk hidup nantinya karena kami sudah lebih seminggu tidak mendapatkan bantuan sebutir beras pun,” kata warga Jamat, Badri Linge, di Aceh Tengah, kemarin.

Inisiatif warga tersebut ka­rena keputusasaan menunggu datangnya bantuan dari pemerintah pascabencana banjir dan tanah longsor melanda desa mereka.

Badri menyampaikan, Kemukiman Wih Dusun Jamat terisolasi sejak bencana alam terjadi. Sedangkan bantuan pascabencana yang diharapkan warga tak kunjung da­tang.

Menurut dia, warga desa juga membutuhkan obat-oba­tan. Karena itu, warga sa­ngat mengharapkan bantuan segera menjangkau desa me­reka.

“Saat ini, kami hanya me­miliki dua harapan untuk hi­dup, pertama pertolongan tuhan Yang Mahaesa, kedua kepada bantuan Bapak Pra­bowo. Jumlah warga yang ter­dampak di sini ratusan, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia. Kami merasa saat ini kematian sudah di depan mata,” kata Badri, se­perti dilansir Kantor Berita Antara.

Baja Juga  Satu Anggota Polda Riau Korban Banjir Bandang di Sumbar Masih Dalam Pencarian

Wilayah Kecamatan Linge menjadi salah satu kawasan yang masih terisolasi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada 75% wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam hal ini menyampaikan terdapat 97 desa yang teriso­lasi akibat bencana hidrome­teorologi di kabupaten se­tem­pat. Sedangkan korban bencana, hingga saat ini tercatat 22 orang meninggal dunia dan 23 jiwa dinyatakan hilang.

Sementara itu, ratusan korban banjir yang mengungsi di meunasah Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Pro­vinsi Aceh membutuhkan tenda. Abu Bakar, koordinator pengungsi meunasah Gampong Blang Panjoe, di Bireuen, Selasa, mengatakan di rumah ibadah tersebut ada 700-an warga korban banjir yang mengungsi.

“Pengungsi di meunasah ini membutuhkan tenda. Memang ada beberapa tenda yang sudah didirikan, tetapi pengungsi terus bertambah di tempat ini,” kata Abu Bakar.

Pembalakan

Presiden RI Prabowo Subianto telah menerima laporan komprehensif mengenai penyebab banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu di­sam­paikan Ketua MPR Mu­zani seusai menemui Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresiden­an, Jakarta, Selasa sore, saat menanggapi pertanyaan se­pu­tar dugaan keterlibatan praktik pembalakan liar da­lam bencana tersebut.

Baja Juga  Ayu Puspita dalang penipuan WO resmi ditahan, ini nasib 4 tersangka lainnya

“Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif,” kata Muzani, saat disinggung apakah Presiden sudah tahu penyebab utama bencana Sumatra, termasuk dugaan pembalakan liar.

Muzani menjelaskan, dari berbagai foto dan rekaman lapangan yang ia amati, terlihat jelas tumpukan kayu ha­nyut yang diduga bukan berasal dari pohon-pohon ro­boh akibat badai, me­lainkan kayu bekas tebangan lama.

Temuan itu, menurut Mu­zani, mengindikasikan bahwa pembalakan liar kemungkin­an menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ketika ditanya apakah Pre­siden juga menerima laporan serupa, Muzani menyatakan bahwa Kepala Negara sudah memperoleh masukan yang lengkap terkait akar permasalahan banjir. Namun, ia ti­dak merinci lebih jauh isi laporan tersebut maupun potensi langkah hukum yang mungkin diambil pemerintah.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *