78.000 Anak di Sumenep Divaksin Massal, Akibat KLB Campak

SUMENEP, MediaPresisi.com– Sebanyak 78.590 anak berusia 9 bulan sampai 5 tahun di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sasaran vaksinasi campak bersamaan.

Tindakan ini diambil oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) setelah kasus campak ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada bulan Agustus 2025.

Dinas Kesehatan P2KB Sumenep telah menyediakan 9.825 vial vaksin campak untuk kegiatan imunisasi massal tersebut.

Vaksinasi akan dilaksanakan bersamaan di 26 puskesmas, baik yang berada di daratan maupun pulau-pulau.

Kepala Divisi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi akan dimulai pada 25 Agustus 2025 dan berlangsung selama tiga minggu.

Tujuan dari vaksinasi massal ini adalah meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terinfeksi campak yang menyebar dengan cepat.

Baja Juga  Dua Pilar Kunci Borneo FC yang Perlu Diwaspadai Persib Bandung, Sumber Gol Pesut Etam

“Kami melaksanakan ORI, Outbreak Response Immunization (ORI). Ini merupakan tindakan vaksinasi tanggap darurat. Disebut juga sebagai penanggulangan wabah, mirip dengan pemadam kebakaran,” ujar Syamsuri kepadaMediaPresisi.com, Rabu (20/8/2025).

“Untuk memutus rantai penyebaran campak, pelaksanaan ORI diperlukan,” tambahnya.

Syamsuri juga mengungkapkan, lokasi vaksinasi ditentukan berdasarkan data orang yang dicurigai menderita campak yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan hasil pemetaan, 26 puskesmas di daratan dan kepulauan ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan ORI.

“Persiapan teknis telah kami lakukan, mulai dari pemetaan hingga perencanaan mikro. Dari sana kami menyusun jadwal agar kegiatan berjalan sesuai target,” ujar Syamsuri.

Anak yang belum sempat mendapatkan vaksin sesuai jadwal pelaksanaan ORI, tetap akan menjadi sasaran.

Baja Juga  Jadwal Kapal PELNI KM Sirimau September 2025: Rute, Syarat, dan Harga Tiket

Mereka akan diverifikasi kembali oleh petugas kesehatan agar semua sasaran menerima vaksin campak.

Diketahui bahwa sejak bulan Januari hingga Agustus 2025, Dinas Kesehatan P2KB Sumenep mencatat sebanyak 1.944 kasus campak dengan 12 anak yang meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *