Tanda Balita Terkena Cacingan: Kasus Raya Sukabumi yang Menyedihkan

Mediapresisi.com– Kematian Raya akibat cacingan akut memicu kegundahan di seluruh negeri. Pada tahun 2025, masih terdapat balita yang mengalami kekurangan gizi dan meninggal dalam kesakitan karena cacing parasit yang menyebar di tubuhnya yang kecil.

Peristiwa ini mendapatkan perhatian tajam dari masyarakat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak melewatkan kesempatan untuk memberikan komentar mengenai tragedi yang menyebabkan kematian Raya.

“Saya merasa sedih dan kecewa yang sangat mendalam serta memohon maaf atas kematian seorang anak berusia tiga tahun yang tubuhnya penuh dengan cacing,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan videonya di Instagram.

Menurut Dedi, berdasarkan keterangan dari dokter yang merawat Raya, cacing yang ada di tubuh balita tersebut berasal dari lingkungan yang tidak higienis.

Kondisi orang tua mereka juga mengkhawatirkan, ayahnya menderita TBC dan ibunya mengalami gangguan mental.

Baja Juga  Jenazah Staf KBRI Tiba di Indonesia Selasa

“Saya telah menghubungi dokter yang menangani anak tersebut bahwa dia menderita penyakit yang dalam bahasa daerah disebut cacingan. Ibunya mengalami gangguan jiwa atau ODGJ. Dia sering tinggal bersama neneknya dan ayahnya menderita penyakit paru-paru TBC,” tambah Dedi.

Dedi menambahkan, Raya sering berada di bawah rumahnya yang langsung bersentuhan dengan tanah. Hal ini meningkatkan risiko terkena cacing.

“Sejak kecil, dia sering berada di bawah rumah bersama ayam dan kotoran, sehingga mungkin tangan dia jarang dicuci dan mulutnya terkena cacing,” kata Gubernur Jabar tersebut.

Jenis Cacing

Mengutip ANTARA, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebutkan bahwa jenis cacing yang terlibat dalam kasus balita Sukabumi adalah cacing pita.

Baja Juga  Waspada Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Buah Segar

Cacing memiliki panjang berkisar antara 10 hingga 35 sentimeter dan bisa terlihat oleh mata telanjang. Telur cacing yang tertelan dapat menyebabkan infeksi akut di dalam tubuh.

“Jika telur yang terinfeksi dikonsumsi, telur tersebut akan menetas menjadi larva di usus halus, kemudian menembus dinding usus menuju pembuluh darah atau saluran limfa, lalu dibawa oleh aliran darah ke jantung dan paru-paru sehingga dapat menyebabkan Pneumonia, dengan gejala seperti batuk, pilek, tidak kunjung sembuh, bisa muncul cacing dari hidung serta sesak napas,” ujar Aji.

Ciri Balita Kena Cacing

Anak kecil yang terkena cacingan menunjukkan beberapa gejala, seperti yang dilaporkan oleh puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id.

Gejala khas infeksi cacing yang dapat dikenali adalah:

1. Gatal di sekitar area dubur, terutama terjadi di malam hari

Baja Juga  TRAVL Serbu Pasar Shuttle Jakarta-Bandung

2. Merasa cemas atau tidak nyaman saat tidur akibat sering menggaruk sekitar area dubur

3. Sering kesal dan mudah terluka

4. Kemerahan atau peradangan kulit di sekitar area dubur

5. Sering mengalami nyeri pada perut

6. Tidak memiliki selera makan, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan

Saat anak buang air besar, beberapa jenis cacing dapat terlihat, berbentuk potongan kecil seperti benang putih dengan ukuran sekitar 2–13 mm.

Jika anak balita menunjukkan gejala yang disebutkan, segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Biasakan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah bermain, sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi, serta sebelum dan sesudah makan.

Gaya hidup yang sehat dan bersih dapat mengurangi kemungkinan balita dan anak terinfeksi cacing parasit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *