Suara Flores– Cabang Brebes Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan sosialisasi mengenai pentingnya perpanjangan Surat Izin Praktik (SIP), rekam medis digital, serta pendaftaran fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong dokter agar tidak ketinggalan dalam era digitalisasi layanan kesehatan.
Pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah diadakan di kawasan Brebes utara. Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di Brebes selatan.
“Kami berharap seluruh anggota dapat dijangkau, termasuk yang berada di wilayah selatan. Sebagai kesempatan untuk menjalin silaturahmi agar tetap terjalin rasa kekeluargaan,” kata dr. Akmaludin Agung, Ketua IDI Cabang Brebes, Kamis 11 September 2025.
Pada kesempatan tersebut, dr. Akmaludin menegaskan bahwa Surat Tanda Registrasi (STR) untuk dokter kini berlaku seumur hidup, sesuai dengan aturan terbaru.
“Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi SatuSehat SISDMK. Kami siap membantu anggota agar tidak kesulitan dalam menggunakan aplikasi tersebut,” katanya.
Sementara itu, pengajuan SIP kini telah diintegrasikan secara digital melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui platform Mall Pelayanan Publik (MPP) Digital.
Oleh karena itu, IDI Brebes mengundang narasumber dari DPMPTSP, Dinas Kesehatan, serta sekretariat IDI sendiri agar proses dapat dipahami secara menyeluruh.
“Kendalanya karena ini sistem yang baru. Dulu manual, sekarang semuanya digital. Namun ini sudah menjadi sistem nasional, bukan hanya di Brebes,” tambahnya.
Mayoritas peserta kegiatan adalah dokter umum dan spesialis yang menjalani praktek mandiri. Mereka memerlukan perhatian khusus karena biasanya belum mendapatkan dukungan sistem digital dari tempat kerjanya, berbeda dengan mereka yang bekerja di rumah sakit atau klinik besar.
“Kami dari IDI hadir sebagai perantara kebutuhan tersebut. Agar seluruh anggota dapat segera beradaptasi,” tegas dr. Akmal.
Ia juga menekankan bahwa literasi digital sangat penting bagi dokter sebagai keharusan dalam memberikan layanan kesehatan di masa depan.
“Jika sudah memahami alurnya, proses digitalisasi justru membuatnya lebih mudah. Semua dokumen tersimpan secara elektronik, lebih aman dan efektif,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu seluruh dokter di Kabupaten Brebes agar tidak kewalahan menghadapi perubahan pelayanan kesehatan yang saat ini semuanya berbasis online.
“Kami berharap anggota tidak kebingungan, tidak tersesat dalam proses administrasi digital. Kami akan mendampingi agar proses berjalan lancar, dan mereka tetap fokus dalam melayani pasien,” tutupnya.




