mediapresisi.com– Pasar Raya Padang dan pasar-pasar satelit segera mengalami perubahan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pembaruan kawasan perdagangan utama ini bukan hanya sekadar janji.
Namun, lanjutnya, program unggulan pemerintahannya akan menjadi wajah baru pusat ekonomi Kota Padang. Saat kunjungannya ke Pasar Raya Blok A dan Pasar Ulak Karang, Fadly menyampaikan harapan bahwa pasar-pasar di Padang akan berubah menjadi ruang yang bersih, rapi, modern, dan nyaman, tanpa menghilangkan identitasnya sebagai pusat interaksi masyarakat. Atau: Tetapi, tambahnya, program andalan pemerintahannya akan menjadi ciri baru pusat ekonomi Kota Padang. Dalam kunjungannya ke Pasar Raya Blok A dan Pasar Ulak Karang, Fadly menyampaikan keyakinan bahwa pasar-pasar di Padang akan berkembang menjadi tempat yang bersih, teratur, canggih, dan nyaman, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai pusat interaksi masyarakat. Atau: Namun, katanya, program unggulan pemerintahannya akan menjadi wajah baru pusat ekonomi Kota Padang. Saat mengunjungi Pasar Raya Blok A dan Pasar Ulak Karang, Fadly menyampaikan optimisme bahwa pasar-pasar di Padang akan bertransformasi menjadi ruang yang bersih, tertib, modern, dan nyaman, tanpa mengabaikan identitasnya sebagai pusat interaksi masyarakat.
“Pasar ini tidak hanya sebagai tempat perdagangan, tetapi juga menjadi lokasi pertemuan, berbincang, dan berinteraksi sosial,” kata Fadly.
Fadly hadir bersama para pejabat terkait, antara lain Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Syahendri Barkah, Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto, Kepala DLH Fadelan Fitra Masta, serta Kasat Pol PP Chandra Eka Putra.
“Reformasi ini akan menjadikan Pasar Raya sebagai ikon Kota Padang. Tahun ini kita mulai dengan beberapa perbaikan, dan tahun depan cakupannya akan lebih luas lagi,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah, menambahkan bahwa revitalisasi Pasar Raya dimulai dari Blok A dengan beberapa perbaikan pokok. “Atap dan toilet akan segera kami perbaiki bulan ini, diharapkan selesai awal Desember. Pada tahun 2026, kami akan melakukan perbaikan lebih besar, termasuk pengecatan agar sesuai dengan bangunan fase 7,” ujarnya.
Selain Pasar Raya, Pemerintah Kota Padang juga giat memperbaiki Pasar Ulak Karang agar menjadi pasar yang memiliki standar nasional (SNI).
Pengaturan mencakup pemisahan pedagang basah dan kering, pembuatan kios baru, peninggian atap untuk kenyamanan yang lebih baik, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada tahun 2025–2026.
“Proses revitalisasi kios pedagang kering di Pasar Ulak Karang dengan nilai sebesar Rp900 juta saat ini sedang berlangsung. Targetnya adalah selesai dalam satu hingga dua bulan. Kami berharap pasar ini tampil lebih representatif, bersih, dan menarik bagi para pengunjung,” tambah Syahendri.




