Hasil ini menimbulkan kekecewaan yang besar di kalangan masyarakat hingga netizen Indonesia. Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 menjadi penyebab utama ketidakpuasan tersebut, dan dinilai sebagai penurunan prestasi.
Setelah pertandingan melawan Timnas Korea Selatan U-23, Gerald Vanenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 memberikan pernyataannya. Pria asal Belanda ini menyebutkan bahwa Timnas Indonesia U-23 memiliki persiapan yang terbatas dan waktu bermain pemain yang tidak cukup.
Alasan tersebut menjadi penyebab Timnas Indonesia U-23 tidak tampil optimal dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
“Jika Timnas Indonesia U-23 hanya memiliki waktu seminggu untuk berlatih menghadapi turnamen besar, mungkin akan mendapatkan hasil yang sama,” kata Gerald Vanenburg saat menyebut alasan Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
“Jadi ini merupakan hal yang tidak bisa dibandingkan dengan Timnas Indonesia U-17,” tambahnya sambil membandingkan dengan Timnas Indonesia U-17.
“Mereka memiliki waktu setahun untuk berlatih bersama, dan setelah itu mereka berkesempatan melaju ke Piala Dunia U-17 2025. Persiapan mereka sudah mencapai 60 persen,” tambahnya.
“Sekarang, ketika melihat kompetisi Super League, terkadang pemilihan pemain di tim didasarkan pada jumlah waktu bermain, tetapi belum tentu berasal dari pemain terbaik,” lanjutnya.
“Mungkin terdapat pemain hebat yang tidak dapat tampil,” kata pria yang pernah bermain untuk Timnas Belanda.
“Maka yang perlu diperhatikan adalah pemain tersebut benar-benar mendapatkan kesempatan bermain, bukan hanya mengikuti pemusatan latihan (TC) jangka panjang di Timnas Indonesia U-23,” ujar Gerald Vanenburg memberikan saran.
“Tetapi pemain juga mendapatkan waktu bermain yang lebih bersama tim masing-masing,” tambah masukannya.
“Karena hal itu akan menentukan nasib Timnas Indonesia,” ujar Gerald Vanenburg dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Korea Selatan U-23 pada Selasa (9/9) kemarin. ***




