Relawan Indonesia Berangkat ke Gaza via Kapal Sumud Flotila

Indonesia Global Peace Convoy Mulai Berangkat untuk Misi Kemanusian

Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) resmi diberangkatkan dalam misi kemanusian untuk menembus blokade Gaza oleh pihak yang dianggap sebagai Zionis Israel. Pemberangkatan relawan dilakukan pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam. Sebanyak 25 relawan dari Indonesia akan bergabung dalam konvoi besar kemanusian internasional tersebut melalui Tunisia.

Para relawan ini akan menyatu dengan aktivis kemanusian dari lebih dari 50 negara di Laut Mediterania. Tujuan mereka adalah membawa logistik dan obat-obatan untuk masyarakat di Gaza yang menjadi korban dari tindakan yang disebut sebagai genosida oleh pihak tertentu.

Ketua Global Peace Convoy, Muhammad Husein atau dikenal sebagai Husein Gaza, menjelaskan bahwa para relawan dari Indonesia terdiri dari berbagai kalangan seperti aktivis kemanusian, dokter medis, tokoh publik, influencer, dan jurnalis. Ia mengatakan bahwa kuota yang diminta sebanyak 20 orang, namun jumlahnya ditingkatkan menjadi lebih banyak.

Baja Juga  Serangan Israel di Gaza Memperparah Kekacauan, Ratusan Warga Sipil Terjebak

Pemberangkatan kloter pertama relawan tersebut dilakukan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, melalui Jakarta, dan diperkirakan tiba di Tunisia pada Minggu, 31 Agustus 2025. Di Tunisia, para relawan dari Indonesia akan menunggu rombongan konvoi lainnya yang berasal dari 50-an negara. Rencananya, pada 4 September mendatang, relawan dari Indonesia akan ikut serta dalam Global Sumud Flotilla bersama aktivis kemanusian internasional lainnya dengan misi sama yaitu “Menembus Blokade Gaza”.

Husein mengatakan bahwa sekitar tujuh kapal dari Indonesia telah disiapkan di Tunisia. Nantinya, kapal-kapal tersebut akan berkumpul di satu titik di Laut Mediterania, lalu berlayar menuju Siprus dan akhirnya ke Gaza bersama-sama untuk membuka blokade Gaza.

Baja Juga  Pratama Arhan Sibuk Berkembang di Bangkok, Gajinya Capai Miliaran

Ia menegaskan bahwa misi besar para relawan dan aktivis kemanusian dari seluruh dunia kali ini adalah untuk memastikan pengekangan ilegal terhadap rakyat Gaza yang menjadi target pemusnahan masal oleh pihak tertentu. Menurut Husein, misi ini bukanlah hebat-hebatan dan relawan bukanlah pahlawan yang perlu dielu-elukan. Gerakan ini merupakan bentuk dasar kemanusiaan agar kita masih layak disebut manusia.

KH Bachtiar Nasir, salah satu tokoh dalam Sumud Nusantara, menyampaikan bahwa pelayaran para relawan dari Indonesia untuk bergabung dengan aktivis kemanusian internasional lainnya ke Gaza akan menjadi bagian dari catatan sejarah peradaban dalam membantu perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan pihak tertentu.

Menurut Bachtiar Nasir, pelayaran yang dilakukan ini adalah perjalanan yang istimewa. Mata dunia akan melihat ini. Perjalanan ini adalah perjalanan damai, dan ke depan akan terus menyusul sampai blokade Gaza terbuka.

Baja Juga  5 Peristiwa Terkini Demo di Depan Gedung DPR RI: Pelajar Kocar-Kacir, Massa Ada yang Kepalanya Bocor

Sekilas tentang IGPC, agenda ini digagas oleh para relawan dan aktivis yang tergabung dalam Sumud Nusantara. Sumud Nusantara merupakan gabungan para aktivis kemanusian dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, dan sejumlah negara-negara di sekitar kawasan Asia lainnya yang selama ini fokus mengkampanyekan kemerdekaan Palestina. Sumud Nusantara merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla yang menjadi wadah induk para aktivis dan relawan kemanusian internasional yang selama ini mendesak pembukaan blokade Gaza oleh pihak tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *